Pameran Ekonomi Kreatif 2017

Kunjungan Tertinggi, Tema Cowboy BNI Sukses Tarik Pengunjung

Tema yang menarik kata Suhardi menentukan terbukti antusiasme luar biasa sambil pengunjung membeli Tap Cash.

Kunjungan Tertinggi, Tema Cowboy BNI Sukses Tarik Pengunjung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Pengunjung yang merupakan turis asing berdiskusi usai berselfie di stan BNI, Minggu (29/10/2017) 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk adalah satu di antara 29 peserta Inklusi Keuangan Investival 2017 yang mendapat kunjungan tertinggi.

Head Of Network Services PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Wilayah Kalbar, Suhardi Petrus mengatakan pihaknya merasa puas terhadap keseluruhan rangkaian Pekan Inklusi Keuangan Investival 2017.

Bersama tim pihaknya melakukan strategi dengan mengusung konsep 'Cowboy' yang berbeda agar terlihat menarik.

"Saya bersama tim sepakat "BNI harus tampil beda", kami diskusi dengan Pemimpin Cabang dan tim, muncullah ide "cowboy". Cowboy di Amerika adalah para penggembala di peternakan. Mereka harus bekerja keras supaya peternakannya bagus, maka kami mengambil tema ini," ujar  Suhardi pada Minggu (29/10/2017).

(Baca: Kunjungan Pekan Inklusi Keuangan Investival 2017 Capai 4032 Pengunjung )

Tema yang menarik kata Suhardi menentukan terbukti antusiasme luar biasa sambil pengunjung membeli Tap Cash.

"Ternyata di luar dugaan banyak para pengunjung yang datang stand BNI. Ada yang foto dengan topi yang kami sudah sediakan, termasuk membeli tap cash untuk digunakan foto selfie yang memang kami siapkan ada hadiahnya, baik hasil foto yang terbaik maupun yang fotonya yang "like" nya paling banyak," ujarnya.

( Baca: Sutarmidji Tinjau Stan di Pameran Ekonomi Kreatif 2017 )

Untuk menarik pengunjung pihaknya kata Suhardi menggandeng kedai kopi yang turut berpartisipasi dalam Pameran Ekonomi Kreatif 2017.

"Kami gandeng salah satu cafe untuk pembayaran dengan UnikQu, kami berikan diskon yang menarik. Jadi bagaimana menarik para pengunjung singgah di boothnya BNI," ujarnya.

Suhardi mengakui tingkat literasi dan inklusi keuangan di Kalbar masih rendah. Salah satu cara untuk meningkatkannya kata Suhardi adalah melalui edukasi dan pameran bersama.

"Selain edukasi, kami juga mengenalkan produk BNI terutama tap cash dan UnikQu, sekaligus mendukung upaya pemerintah kota dan regulator dalam upaya pelaksanaan transaksi dengan cashless," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved