148 Kasus Rabies Selama 2017, Ini Upaya Cegah Penyebaran Rabies Sampai Pelosok
Camat Nanga Taman, Paulus Ugang mengatakan, tujuh kasus gigitan tersebut terjadi di Dusun Ladak dan Dusun Kelampuk, Desa Meragun.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Mencegah penyebaran rabies semakin meluas, pihak pemerintah Kecamatan Nanga Taman turun ke desa-desa, untuk melakukan vaksinasi.
Dibantu oleh tim vaksinasi dari Dinas Ketahan Pangan, Pertanian dan Perikanan Sekadau, Forkopimka Kecamatan Nanga Taman, tim menyasar ke dusun Ladak Desa Meragun, Sabtu (21/10).
Pasalnya saat ini pihak kecamatan mencatat sedikitnya sudah ada 7 kasus gigitan anjing di Nanga Taman. Sedangkan sejak Januari hingga saat ini, tercatat sedikitnya 148 kasus gigitan di seluruh kecamatan Kabupaten Sekadau.
Camat Nanga Taman, Paulus Ugang mengatakan, tujuh kasus gigitan tersebut terjadi di Dusun Ladak dan Dusun Kelampuk, Desa Meragun. Warga yang terkena gigitan, kata dia, sudah mendapatkan penanganan dari pihak Puskesmas.
“Di Dusun Ladak ada tiga dan Dusun Kelampuk ada empat. Warga yang terkena gigitan, dua dewasa sisanya anak-anak,” ujarnya, Minggu (22/10).
Ia menambahkan, warga yang terkena gigitan itu kini sudah diberikan vaksin anti rabies (VAR). Kondisinya, kata Ugang, baik dan anjing yang menggigit warga sudah dibunuh.
(Baca: Beri Pelayanan Prima Pada Warga, Polisi Kawal Jenazah Sampai TPU )
“Kemarin kami dari Forkopimka dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau, sudah turun ke lokasi untuk melakukan vaksinasi hewan penular rabies (HPR),” ucapnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya akan langsung memusnahkan anjing dengan cara ditembak bila ada yang tidak mau divaksin.
Pihaknya juga akan terus melakukan vaksinasi ke setiap desa nantinya. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk mengandangi ternaknya. Sehingga, saat divaksin tim mudah melakukannya.
Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran rabies, terlebih dengan adanya kasus suspect rabies hingga mengakibatkan seorang anak meninggal dunia.
“Kalau tidak divaksin, warga harus rela anjingnya dimusnahkan. Apalagi bila ada yang diduga terjangkit rabies,” tutupnya.
(Baca: Menarik Perhatian, Ini Keistimewaan Vespa S 125 IGET )
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Perencanaan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau Anjas Asmara mengatakan, adapun ketersediaan VAR sebanyak tujuh vial. VAR, kata dia, sudah didistribusikan ke Puskesmas yang ada di Sekadau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/vaksin_20171022_161356.jpg)