Berita Video
Miris! Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bocah Ini Nyusu pada Anjing
Sejak saat itu dia melakukan hal yang sama setiap kali dia mendapat kesempatan untuk melakukannya."
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Seorang bocah di India telah menyusu pada anjing viral di media sosial.
Dikutip wartawan Grid.ID dari laman Times of India, bocah itu bernama Mohit Kumar (10) bisu sejak lahir dan telah menyusu pada anjing sejak berusia empat tahun.
Meski sudah dua tahun disapih, ia melanjutkan kebiasaan ini dua tahun kemudian pada usia empat tahun.
Keadaan orangtua Mohit yang tidak mampu membelikan susumenjadi penyebab Mohit selalu meminum susu anjing.
(Baca: Darah Segar yang Keluar Langsung Membeku, Cara Pengobatan Alternatif Ini Bikin Melongo )
Meski berusaha berulang kali, mereka belum bisa menyapihnya dari dari kebiasaan menyusu pada anjing.
Karena kebiasaan Mohit ini pula, orangtua Mohit takut menyekolahkan anak laki-laki mereka ke sekolah.
Sementara ayah Mohit, Subedar Singh, menjual jus buah di restoran pinggir jalan danibu Pinky Kumari bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Dia berkata: "Begitu Mohit bermain bersama anjing-anjing di luar rumah, ia segera mengisap susu anjing. Sejak saat itu dia melakukan hal yang sama setiap kali dia mendapat kesempatan untuk melakukannya."
Kami bahkan menyekolahkannya, kami takut kebiasaan Mohit menjadi lebih buruk."
(Baca: Buang Sampah Sembarangan, Warga Jalan Kebangkitan Keluhkan Bau Tidak Sedap )
Keluarganya belum bisa ke dokter untuk perawatan karena masalah keuangan. Hal-hal berubah buruk dua minggu lalu saat ia digigit anjing.
Ibunya yang malang berkata, "Ketika dia mencoba menyusu pada gerombolan anjing lain, dia digigit. Kemudian kami masuk rumah sakit Medis Patliputra Medical (PMCH) untuk perawatan."
Mohit sekarang mengambil vaksin untuk menghindari rabies, namun tidak ada obat yang diresepkan dalam kasus menyusu anjing.
Berbicara tentang kecanduan, seorang dokter senior di Rumah Sakit Pusat, Dr D K Singh mengatakan: "Susu anjing betina tidak berbahaya bagi kehidupan manusia, namun penyakit infeksi rabies selalu ada." (Grid.ID Ismayuni Kusumawardani)