Bulog Jamin Stok Beras Wilayah Singbebas Aman
Disamping menyiapkan beras CBP di tiga wilayah Sing Bebas tersebut, pihaknya juga masih menyimpan stok Rastra sebanyak 2.500 ton.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Hingga saat ini stok beras di kota Singkawang masih cukup aman.
Hal ini diakui Kepala Seksi Harga dan Pasar (Gasar) Pengadaan dan Pelayanan Publik Perum Bulog Sub Drive Kota Singkawang, Suriansyah yang mengatakan, stok beras untuk tiga bulan kedepan masih aman.
"Tiga bulan kedepan ini mulai dari Oktober, November dan Desember 2017, stok beras kita masih aman. 300 ton beras kita siapkan untuk wilayah Sing Bebas (Singkawang, Bengkayang dan Sambas) dengan masing-masing wilayah sebanyak 100 ton," ujarnya, Rabu (18/10/2017).
Untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tiga wilayah Sing Bebas ini masih mencukupi, sehingga kalaupun ada gejolak harga diakuinya masih bisa diatasi.
(Baca: Pemkab Sanggau Buka Pendaftaran 150 Guru Kontrak, Segini Insentif Yang Dijanjikan )
"Kalaupun memang terjadi bencana atau gejolak kenaikan harga kita bisa melakukan operasi pasar (OP) di tiga wilayah Sing Bebas ini," ungkapnya.
Disamping menyiapkan beras CBP di tiga wilayah Sing Bebas tersebut, pihaknya juga masih menyimpan stok Rastra sebanyak 2.500 ton.
"Tiga bulan kedepan stok beras yang tersedia di Bulog merupakan angka minimal, dan tentunya Bolug harus punya stok lebih dari itu. Minimalnya 1.800 Rastra untuk tiga bulan ke depan, tapi kami punya stok sebanyak 2.500 ton," lanjutnya.
(Baca: Antisipasi Human Trafficking, Begini Upaya Sinergisitas Lintas Sektoral di Sintang )
Menurutnya, hingga sekarang ini belum ada gejolak kenaikan harga beras di pasaran.
Dimana beras kelas Medium masih dijual seharga 9 ribuan per kilogram di pasar, sedangkan kelas Premium masih dijual Rp13 ribuan.
"Harga ini masih dianggap wajar, sehingga dianggap belum ada kenaikan yang signifikan. Sehingga kondisi di Singkawang belum bisa dilakukan operasi pasar seperti di daerah Jawa. Yang mana di Jawa sudah dilakukan operasi pasar (OP) mengingat stok beras Medium sudah semakin berkurang. Justru yang banyak beredar di pasaran itu beras Premium," tutupnya.