Tumbuh Lambat, Ini Strategi BPR Centradana Kapuas Kendalikan Kredit Macet

Direktur Utama (Dirut) BPR Centradana Kapuas, Budi Hartanto mengakui pertumbuhan kredit pada semester I 2017

Tumbuh Lambat, Ini Strategi BPR Centradana Kapuas Kendalikan Kredit Macet
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Direktur Utama (Dirut) BPR Centradana Kapuas, Budi Hartanto (dasi hitam) saat menerima penghargaan dari KPW BI Kalbar, Dwi Suslamanto belum lama ini. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Utama (Dirut) BPR Centradana Kapuas, Budi Hartanto mengakui pertumbuhan kredit pada semester I 2017 melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPR Bank Centradana Kapuas kata Budi mencatat penyaluran kredit pada semester I sebesar Rp 70 miliar.

(Baca: Pertumbuhan Kredit Seret, Ini Kata Ketua Perbarindo Kalbar )

"Sampai dengan semester I th 2017, penyaluran kredit atau lending sudah mu─║ai tumbuh meskipun growth lending cukup lambat dibanding semester yang sama tahun lalu. Untuk BPR Centradana kapuas outstanding penyaluran kredit posisi semester I Juni 2017 sekitar Rp70-an miliar," ujar Budi, Kamis (5/10/2017).

(Baca: Danlanud HAD Hadiri HUT ke-72 TNI di Rindam XII/Tpr Singkawang )

Diakui Budi saat ini kondisi ekonomi khususnya Kalbar masih balum stabil dikarenakan menurunnya harga komoditas andalan Kalbar.

Oleh sebab itu bank kata Budi harus bisa mencegah kenaikan kredit macet atau NPL.

Salah satu pengaruh kenaikan NPL kata Budi adalah kondisi ekonomi sehingga mengakibatkan perputaran usaha yang stagnan atau tidak tumbuh.

(Baca: Penampakan Putra Sultan Brunei Darussalam yang Bikin Kaum Hawa Meleleh )

"Untuk mengendalikan NPL bank harus bisa mensiasati dan mencegahnya. Salah satunya adalah mendeteksi secara dini kredit-kredit yang terindikasi menunggak atau tidak lancar. BPR harus mempunyai strategi dan tindak lanjut yang cepat untuk menyelesaikannya," ujarnya.

(Baca: Gadis Cantik Ini Akhiri Hidup dengan Tabrakkan Diri ke Kereta, Statusnya Bikin Pilu )

BPR miliknya kata Budi dalam mengendalikan NPK melakukan berbagai upaya mulai dari pendekatan hingga komunikasi yang baik denga para debitur kredit.

"Harapan kita dengan demikian agar lebih terbuka terhadap masalah yang dihadapi sehingga jangan sampai masalah itu sudah besar baru terbuka maka akan lebih sulit dalam menyelesaikannya," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved