Kecelakaan Maut
Inilah Identitas Korban Laka Maut Di Desa Korek
Sekarang barang bukti ataupun mobil yang ringsek dalam kecelakaan itu sedang dalam perjalanan dibawa ke Polresta Pontianak Kota.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasat Lantas Polresta Pontianak Kota, Kompol Syarifah Salbiah membenarkan adanya kecelakaan di Desa Korek, Sungai Ambawang, Kubu Raya yang dilimpahkan kepada pihaknya.
Menurutnya, sekarang barang bukti ataupun mobil yang ringsek dalam kecelakaan itu sedang dalam perjalanan dibawa ke Polresta Pontianak Kota.
Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa, (03/10/2017) sekitar pukul 01.15 WIB dini hari tepat di Jalan Trans Kalimantan KM 25 depan warung bu Sinai, Kecamatan Ambawang, Kubu Raya.
(Baca: Polsek Ambawang Limpahkan Penangan Laka Ke Polresta )
Adapun identitas pada kecelakaan di Desa Korek ini adalah sebagai berikut.
- Pengendara mobil truk KB 8990 EB, adalah Edi Susanto, warga Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang, mengalami kaki lecet dan di obati sendiri.
- Penumpang mobil truk KB 8890EB, Kasno, warga Manis Raya Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, mengalami patah, kepala luka di rawat di RS Yarsi yang kemudian di rujuk ke RS Antonius Pontianak.
- Penumpang mobil truk KB 8890 EB, Amin, dan tidak mengalami luka.
- Pengemudi mobil truk KB 8417 ZI, Febri Tripa Rendi, warga Dusun Muara Kecamatan Sandai, Ketapang. Mengalami kaki dan tangan luka jejas di dada, meninggal dunia di tempat.
- Penumpang mobil truk KB 8417 ZI, Tole mengalami kaki patah, kepala luka, tangan patah meninggal dunia di tempat.
(Baca: Laka Maut di Sungai Ambawang, Ini Identitas Dua Korban Tewas )
Kompol Salbiah pun mengatakan, berrdasarkan keterangan pengendara mobil KB 8990 EB, mobil dikendarai dari arah Tayan tujuan arah Kota Pontianak bermuatan karet.
Sampai di Desa Korek saat berhenti mengganti ban, tiba-tiba, jelasnya dari arah belakang datang mobil truk KB 8417 ZI dengan kecepatan tinggi.
Karena jarak dekat, tabrakan terjadi dan tidak dapat dihindarkan yang akhirnya mengalami kerugian sekitar Rp. 40 juta.