Citizen Reporter
Gelar Nontong Bareng Film G30S/PKI di Desa Kuala Pangakalan
Pemutaran film tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memahami sejarah kelam Bangsa Indonesia pada peristiwa pengkhianatan pada 30 September 1965.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham
Citizen Reporter
Imbran
Tokoh Pemuda KPK
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pemerintah Desa Kuala Pangakalan (KPK) bekerja sama denga Komando Rayon Militer (Koramil) 1202 - 08/Sekuara menggelar nonton bareng film penumpasan pengkhianatan G30S/PKI bersama warga Desa KPK, Selasa (26/9/17) malam Nontong Bareng Film G30S/PKI, di Halaman SD Negeri 25 Sekabau.
Pemutaran film tersebut bertujuan agar masyarakat dapat memahami sejarah kelam Bangsa Indonesia pada peristiwa pengkhianatan pada 30 September 1965.
Antusiasme warga desa Pamayahan terlihat jelas dengan banyaknya warga yang hadir dalam pemutaran film G 30 S PKI tersebut. Acara itu juga dihadiri Kepala Desa Kpk, Danramil, Perangkat Desa Tokoh Masyakat dan siswa / siswi desa Kpk.
(Baca: Kodam XII/Tpr Akan Putar Film G30S/PKI, Kapendam: Kali Ini Durasinya Penuh Sekitar 4 Jam )
Kepala Desa KPK Asmu'ie , dalam sambutannya menjelaskan motifasi dari digelarnya acara tersebut agar masyarakat tidak melupakan sejarah bangsa Indonesia yang pernah terjadi dimasa lalu, tepatnya pada tanggal 30 September 1965, dimana pada hari itu beberapa pahlawan revolusi gugur oleh pemberontakan dari kelompok pemberontak PKI.
“Motifasi pemutaran film documenter G30 S PKI ini agar kita semua tidak melupakan sejarah kelam yang terjadi pada tanggal 30 september 1965, pemberontakan dan pembunuhan berencana pahlawan revolusi oleh kelompok pemberontak PKI”. Ujarnya.
Beliau juga berharap semua yang hadir dan menonton film documter tersebut bisa mengambil pelajaran dari sejarah yang terjadi di NKRI di masa lampau.
“Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari sejarah dimasa lampau, agar kita semua bisa menjaga keutuhan NKRI yang kita cintai dan kita banggakan ini.” pungkasnya.
Sementra itu Danramil yang diwakili Pembantu Letnan Satu Reihan mengungkapkan, nonton bareng film tersebut untuk mengingatkan kewaspadaan nasional tentang bahaya komunis.
“Mereka pernah melakukan upaya mengganti ideologi Pancasila menjadi komunis dan berencana untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Terutama untuk generasi muda dan masyarakat sebagai sarana untuk menambah wawasan mencintai NKRI dan Pancasila,” ujar reihan.
Ia menambahkan, film tersebut juga ditujukan agar generasi muda tidak mudah terombang-ambing adanya isu yang ingin menggoyang Pancasila sebagai Ideologi bangsa.
Terlebih sejak tahun 1998 penayangan film pengkhianatan G30S PKI sudah dihilangkan di media elektronik.
“Jelas hal tersebut berdampak pada keyakinan masyakarat pada Ideologi Pancasila,” sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nontong-bareng-film-g30spki_20170927_113028.jpg)