Jangan Persulit Administrasi RS

Namun ketika ia meminta jenazah dibawa dengan ambulans, pihak rumah sakit disebut tak bersedia.

Jangan Persulit Administrasi RS
ilustrasi
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kritik terhadap layanan rumah sakit negeri kini kembali terjadi. Hal itu berawal dari meninggalnya seorang pasien anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.

Seorang ibu asal Lampung Utara kemudian pulang menggendong jenazah bayinya menggunakan angkutan umum. Dia tidak mendapat pelayanan mobil ambulans dari pihak RSUD Abdoel Moeloek Provinsi Lampung.

Sang ibu yang belakangan diketahui bernama Delvasari menceritakan, anaknya meninggal setelah menjalani operasi di RSUD Abdoel Moeloek Lampung dengan menggunakan BPJS. Namun ketika ia meminta jenazah dibawa dengan ambulans, pihak rumah sakit disebut tak bersedia.

Selain kasus ini, yang juga masih terngiang dalam ingatan kita adalah kasus bayi Debora yang meninggal dunia dan sempat membuat heboh lantaran korban telat mendapat perawatan karena terkendala masalah uang muka atau down payment (DP).

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay meminta pihak rumah sakit memberikan kelonggaran soal administrasi dan birokrasi kepada pasien gawat darurat.

Ia menegaskan, aturannya perlu dipertegas. Jika ada kasus seperti ini, mestinya diberi kelonggaran. Mestinya pasien gawat darurat diberi kelonggaran. Aturan itu yang harus diseragamkan oleh pemerintah.

Pemberian kelonggaran administrasi dan birokrasi kepada pasien gawat darurat kata Saleh harus dilakukan semua rumah sakit tanpa kecuali, baik rumah sakit yang menerima BPJS Kesehatan atau tidak. "Harus semua rumah sakit tanpa kecuali," kata Saleh.

Kementerian Kesehatan juga diminta menelusuri masalah yang terjadi di Lampung tersebut. Perlu dibuat aturan yang lebih baik terkait dengan kasus-kasus serupa. Semestinya, ada pengecualian terkait pembiayaan bagi mereka yang betul-betul tidak mampu. Apalagi, mereka baru saja kehilangan besar dan tentu sangat sedih dan berduka.

(Baca: Wanita Terkaya Dunia Meninggal di Usia 94 Tahun )

Disebutkan, memang sampai hari ini BPJS Kesehatan masih mengalami defisit. Namun, bukan berarti persoalan seperti ini dilupakan. Apalagi defisit BPJS Kesehatan selalu ditutupi oleh pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved