Bappeda Klaim IPM di Sanggau Terbaik se-Kalbar

Melihat trand kenaikan itu, ia berharap di tahun 2017 IPM Kabupaten Sanggau mengalami kenaikan.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sanggau Kukuh Triyatmaka 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka menyampaikan, bahwa Indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Sanggau pada tahun 2016 terbaik se Kalbar.

“IPM kita tahun 2016 paling tinggi se Kalbar pertumbuhannya, karena Kalbar 0,44, Sambas 1,25, Bengkayang 1,24, Landak 0,72, Mempawah 0,74, Sanggau 1,35 dan paling tinggi pertumbuhannya di 2016, ” katanya.

Sementara, lanjutnya, di tahun 2015 Sanggau menempati urutan ke dua di bawah Kayong Utara. “Tapi anehnya di 2016 pertumbuhan IPM Kayong turun lagi, hanya satu koma sekian, kalau Sanggau tetap naik, kalau Kayong naik tapi tidak tinggi, ” jelasnya.

Melihat trand kenaikan itu, ia berharap di tahun 2017 IPM Kabupaten Sanggau mengalami kenaikan.

(Baca: Pawai Akbar Umat Muslim di Sanggau Semarak )

Jika mengalami kenaikan di tahun 2017, Kukuh optimis RPJMD Bupati terbukti mempunyai dampak dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Sanggau maju dan terdepan.

“Jadi kenaikan IPM itu bukan dilihat dari nilai akhirnya, tapi kenaikannya 1,35. Secara global IPM Kabupaten Sanggau tahun 2015 tercatat 63,05 dan tahun 2016 tercatat 63,9, ” tegasnya.

“Kita bicara naiknya yang tinggi, seorang bupati dan pengambil kebijakan itu kan harus mampu merubah dari kondisi awal menuju kondisi perubahan yang lebih baik, ” tambahnya.

Seiring dengn pertumbuhan IPM, secara otomatis pembangunan masyakat sanggau juga meningkat. Akan teapi, IPM Sanggau tahun 2014 yang dulunya diisukan turun sebenarnya bukan turun, hanya saja memang metode perhitungan sebelum 2016 itu menggunakan metode lama.

“Kalau dari sisi nilainya dari seluruh indonesia Kalbar memang rendah, tapi untuk Kalbar kita menengah ditahun 2014. Secara umum tiga tahun terakhir kita meningkat indikator IPMnya, ” jelasnya.

Indikator itu, lanjutnya, salah satunya angka harapan hidup di Sanggau mulai tahun 2014 menuju 2016 kenaikannya cukup lumayan, dari angka 70,28 di tahun 2014 menjadi 70,58 ditahun 2015 menjadi 70,67 ditahun 2016. “Malahan orang Kalbar itu 69,76 tahun angka harapan hidupnya, artinya kita diatas Kalbar, ” terangnya.

Dikatakanya, angka harapan hidup ini, kata Kukuh diakibatkan program pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah diantaranya tersedianya sarana prasarana kesehatan sehingga orang Sanggau ini waktu lahir sudah ditangani, didampingi dan lain sebagainya. sehingga harapan hidup orang sanggau ini 70 tahun lebih.

“Faktor lainnya ada peningkatan ekonomi masyarakat sehingga mereka sudah mulai peduli dengan kesehatan terutama pola hidup sehat. Itu dari sisi harapan hidupnya,” ujarnya.

Sementara dari sisi harapan lama sekolah, orang Sanggau ini dari 10,6 ditahun 2014 menjadi 10,67. Memang kecil perubahannya, akan tetapi ditahun 2016 ada kenaikan menjadi 11,05.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved