1 Januari 2018, Isi BBM di SPBU Tak Lagi Gunakan Uang Tunai
Struktur kependudukan itu gen w dan z familiar dengan mobile dan smart phone jadi dengan smartphone semua transaksi yang sifatnya non tunai.
Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Per 1 Januari 2018 mendatang rencananya akan diterapkan sistem e-money untuk seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Pontianak.
Menurut Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan kalau ia yakin masyarakat Kota Pontianak sudah siap untuk menggunakan hal tersebut.
"Kalau dari segi persyaratan dasarnya Kota Pontianak sudah sangat siap. Karena struktur gen w sama gen z nya sudah dominan, jadi di struktur kependudukan itu gen w dan z familiar dengan mobile dan smart phone jadi dengan smartphone semua transaksi yang sifatnya non tunai atau bisa pakai smartphone," katanya saat setelah pertemuan dengan Wali Kota Pontianak dan pihak pertamina.
(Baca: Waspada Penipuan Melalui e-Money )
Kemudian ia katakan karakter gen w juga suka yang simpel atau mudah dan jika nanti dalam pembelian di SPBU bisa jadi lebih simpel dan mudah.
"Kalau cas itu memang resikonya banyak, cas itu pertama harus bawa uang banyak, dompet tebal, kemudian resiko uang palsu. Bagi Pertamina juga ada resiko. Resikonya di SPBU, ya nanti d uang terkumpul dulu baru nyetor ke bank, jadi uang nganggur dan tidak bisa dikelola," jelasnya.
Selain itu ia katakan akan ada mekanisme teknisnya, dan itu sangat menguntungkan sekali bagi Pertamina. Ia menyarankan untuk menanyakan langsung pada pertamina.
"Tanya saja ke Pertamina. kemudian ini sebetulnya kerangka dari smart city. smart city kan menyelesaikan masalah perkotaan itu secara smart, salah satunya kalau kita ada antrian panjang di SPBU waktu kita habis di situ. Nanti dibuat kayak taping lebih cepat bisa nanti ke depan kita tidak perlu pakai kartu, pakai HP saja kita bisa langsung beli bensin di SPBU," jelasnya.
Disampaikannya maka tidak ada kesulitan yang besar dalam emplementasi ini. Namun tidak ditampikannya akan ada ketakutan berlebih dari pihak-pihak tertentu yang dalam hal ini memang belum paham.
Pihak bank Indonesia dikatakannya akan melakukan sosialisasi berjenjang sampai 1 Januari 2018 mendatang.
"Ini sudah berjalan secara bertahap, belum seluruh SPBU dipasang edisi penggunaan kartu. tapi untuk tiga SPBU kalau tidak salah sudah mulai, jadi berjenjang," jelasnya.
Tingkat literasi non tunai di Kalbar diakui Dwi Sulamanto, memang masih rendah. Ini dikatakannya suatu upaya untuk meningkatkan literasi juga agar orang yang tidak terbiasa nanti lama kelamaan akan terbiasa.
Bahkan keuntungannya tidak hanya di bank saja yang punya e-money itu perusahaan perusahaan juga sudah punya semua. seperti telepon, telkomsel, indosat, xl, kantor pos dan lain lainnya.
"Ini mau dihambat juga tidak bisa karena dunia ini sudah mengarah ke sana. memang era digital, persis kasus revolusi industri itu, tidak bisa ditahan-tahan memang. memang ini masanya, itu tinggal respon ya bisa cepat bisa tidak," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kartu-e-money_20170914_151847.jpg)