Tips Merawat Performa Kendaraan Ala Pak Cung Pontianak
Jika komponen didalam ruang bakar kotor dengan debu maka peforma motor akan menurun, motor yang seharusnya tidak mengeluarkan asap jadi berasap.
Penulis: Anesh Viduka | Editor: Steven Greatness
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Merawat kendaraan bermotor bukanlah hal sulit untuk dilakukan,terlebih itu kendaraan pribadi, namun hal ini sering di anggap sepele oleh sebagian orang, akibatnya peforma kendaraan menjadi tidak maksimal bahkan kendaraan terlihat usang dari usianya.
Berikut tips merawat kendaraan bermotor dari mekanik senior sekaligus pemilik bengkel Agung Motor,Pontianak, Kalimantan Barat, Toegimin Fudjiarto.
1. Ganti Oli Secara Rutin
Berfungsi sebagai bahan pelumas, Oli berperan penting dalam menjaga peforma dan kondisi mesin kendaraan, mengganti oli secara rutin bisa menjaga keawetan kendaraan.
Normalnya ganti oli bisa dilakukan sebulan sekali, itupun kalau pemakaian hanya di dalam kota saja, apabila aktivitas sehari-hari membutuhkan perjalanan jauh maka kualitas oli juga akan cepat berkurang.
Bagi pengendara yang sering bepergian jauh sebaiknya menggunakan oli mesin yang SAE (Society of Automotive Engineers)nya atau tingkat kekentalannya tinggi yakni 20W50. Semakin kecil angka SAE maka semakin rendah tingkat kekentalannya.
2. Perawatan Aki (accu)
Aki merupakan sumber arus listrik bagi kendaraan, jika sering dipakai otomatis kinerja aki akan menurun, jika aki tidak berfungsi dengan baik maka akan mengakibatkan CDI nya rusak dan akibatnya motor rentan mogok bahkan susah hidup.
Pada pemakaian normal, aki bisa bertahan selama 1-2 tahun. Beberapa penyebab aki cepat soak adalah penggunaan arus listrik kendaraan yang berlebihan, contohnya memasang klakson modifikasi, memasang lampu HID dan stop lamp nyala terus.
Jika yang digunakan adalah aki basah, maka perawatannya bisa dilakukan dengan cara rutin cek cairan aki, air aki harus berada pada garis minimal, apabila sudah berada di bawah garis minimal maka air aki harus segera ditambah.
Kemudian kalau yang digunakan adalah aki kering, maka tidak memerlukan isi ulang, perawatan aki kering bisa dilakukan dengan beberapa cara, contohnya panasi motor setiap hari selama 5-10 menit, tidak memaksa menggunakan electrik starter jika motor susah hidup.
3. Merawat Saringan Udara (filter udara)
Saringan udara adalah salah satu komponen yang mempengaruhi peforma motor. Saringan udara berfungsi untuk menyaring udara kotor dan menjaga kualitas udara yang masuk kedalam ruang bakar.
Jika komponen didalam ruang bakar kotor dengan debu maka peforma motor akan menurun, motor yang seharusnya tidak mengeluarkan asap jadi berasap.
Perawatan saringan udara bisa dilakukan dengan cara membersihkannya (untuk motor manual), jika yang digunakan adalah motor matic maka filternya harus rutin di cek, karena tidak bisa dibersihkan, artinya jika sudah kotor maka harus segera diganti dengan yang baru, jika tidak,ring piston rusak dan motor bisa mogok tiba-tiba kapan saja dan dimana saja.
Untuk pemakaian normal,saringan udara harus diganti setelah pemakaian 1000-1500 KM/jam.
"Yang sangat vital paling itu saja, kalau perawatan diluar komponen itu variatif lah ya, tergantung dari pemakaian kita juga, misalnya gear, kalau gear paling lama pemakaian setengah tahun harus sudah diganti, itu paling lama, kemudian untuk motor matic ya tali van belt nya, pada pemakaian normal itu setelah 50 ribu KM/Jam van belt dan rollernya harus diganti, kalau tidak, van belt akan semakin lebar,otomatis akselerasinya berkurang," Jelas pria yang akrab disapa pak Cung itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bengkel-agung-motorpontianak-kalimantan-barat_20170912_095916.jpg)