Nabung Sampah Jadi Rupiah. Nilainya Mulai Tukar Sembako Hingga Bayar PBB Nasabah

Jika menyisihkan uang sisa belanja begitu sulit, bagaimana dengan menabung sampah dan menjadi rupiah.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Yanti menunjukkan sampah yang sudah di pilah belum lama ini. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Selain menghasilkan kerajinan tangan, Bank sampah Rosella Pontianak aktivitas utamanya adalah sebagai tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah ternyata juga memberikan manfaat lebih.

Bahkan banyak nasabah yang menabung dari sampah yang dikumpulkan.

Bank Sampah Purnama Agung 7, Blok M, nomor 15a terkadang nampak sepi.

Namun terkadang aktivitas begitu padat dengan pemilahan dengan kapasitas hingga 3 ton sampah dalam dua bulan.

(Baca: Bank Sampah Rosella, Sulap Limbah Jadi Rupiah )

Jika menyisihkan uang sisa belanja begitu sulit, bagaimana dengan menabung sampah dan menjadi rupiah.

"Kami mengubah mindset bagaimana perilaku yang tertanam di masyarakat salah. Sampah harus dipilah. Nasabah Bank Sampah harus sudah bisa memilah sampah kering dan basah. Sampah kering juga banyak yang harus dipilah karena banyak jenisnya," ujar Sekretaris Bank Sampah Rosella Purnama, Pontianak, Zulkardianti Yanti.

Pada 2011 diakui Yanti aktivitas tidak berupa Bank Sampah.

Namun berjalan waktu ketika bangunan diserahkan untuk RW, kader terpacu didorong oleh kelurahan.

"Baru 2013, Lurah kami bu Dwi membuat inovasi kelurahan. Bangunan ini dijadikan Bank Sampah, saya sendiri bingung sampah sendiri jak diambil orang. Sampai kami belajar bersama dan sampai pada suatu pengertian Bank Sampah tempat berkumpul dimana dilakukan pemilahan sampah, "ujarnya.

Berjalan waktu aktivitas pemilahan sampah semakin giat dilakan seraya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Bahkan Yanti mengaku selalu mensosialisasikan kepada siapapun yang ditemuinya.

Tanpa gengsi ia mengaku selalu menanyakan kepada setiap orang apakah memiliki sambah dirumah dan apakah mau menjadi nasabah Bank Sampah.

"Kami membuka peluang masyarakat yang mau bergabung dengan Bank Sampah dia akan mendapatkan kembali nilai uangnya. Kita bayar dan sebagian justru tidak mau mengambil jadi kita tabungkan. Apabila perlu mereka menelpon, harga sampah tidak seberapa tetapi kita merangsang agar giat dalam memilah, "ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved