Kecam Tindakan Genosida di Myanmar, Ini Pernyataan Sikap FPR Kalbar
Ia mengatakan, kekerasan yang terjadi di Rohingya bukanlah masalah agama, melainkan monopoli SDA yang dikuasai pengusaha besar.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Front Perjuangan Rakyat Kalbar, yang terdiri dari Serikat Pemuda Dayak, Serikat Perempuan Rakyat, Link-AR Borneo, Front Mahasiswa Nasional, Aliansi Gerakan Reforma, dan Jaringan Masyarakat Gambut Kalimantan Barat mengecam dan menggelar aksi di Bundaran Digulist Untan, Kamis (07/09/2017).
Korlap dalam aksi kali ini, Damianus Tellon menuturkan Imprialis Amerika Serikat yang bersekutu dengan rezim militer Myanmar begitu sistematis dalam menjalankan skema monopoli terhadap kekayaan yang ada.
Menurutnya pula, isu agamalah yang menjadi isu untuk memecah belah persatuan seluruh umat beragama yang dapat berpengaruh pada dunia.
(Baca: Umat Buddha Kalbar Sikapi Krisis Kemanusiaan Rohingya )
Ia mengatakan, kekerasan yang terjadi di Rohingya bukanlah masalah agama, melainkan monopoli SDA yang dikuasai pengusaha besar yang merupakan kepentingan imrialisme Amerika Serikat melalui Rezim Militer Myanmar.
Satu diantara peserta aksi, Rusnato dari Serikat Pemuda Dayak mengatakan, setidaknya ada empat pernyataan sikap dari pihaknya.
Keempat point tersebut, yang lertana adalah mengecam tindak kekerasan dan genosida rezim militer Myanmar terhadap etnis Rohingya.
Kedua, mendesak agar rezim militer Myanmar berhenti melakukan tindakan kekerasan dan genosida terhadap etnis Rohingya.
Ketiga, PBB harus bertindak tegas terhadap tindakan kekerasan dan genosida terhadap etnis Rohingya yang jelas melanggar HAM, serta melindungi pengungsi Rohingya dimanapun berada.
Dan keempat, mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk terus memberi bantuan terhadap etnis Rohingya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/aksi-front-perjuangan-rakyat-kalbar_20170907_180712.jpg)