Citizen Reporter

Bupati Karolin Peluk Bayi yang Lahir saat Banjir Melanda

Ketika bertemu, Karol langsung menggendong dan memeluk bayi yang terbaring disamping ibunya.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Landak Karolin Margret Natasa menggendong bayi yang baru lahir ketika situasi banjir di Dusun Jetak, Desa Bagak, Kecamatan Menyuke pada Selasa (5/9/2017). 

Citizen Reporter
Martin
Staf Bupati Landak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kekhawatiran Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa sedikit berkurang setelah melihat langsung kondisi Dewi Susanti (37) dan putranya yang tercatat sebagai warga Dusun Jatak, Desa Bagak, Kecamatan Menyuke, setelah melahirkan pada Selasa (5/9/2017).

Ketika bertemu, Karol langsung menggendong dan memeluk bayi yang terbaring disamping ibunya.

Sebelumnya dikabarkan Dewi mengalami kesulitan saat melahirkan putra ketiganya. Kondisi tersebut diperparah lagi oleh banjir yang merendam Dusun tempat tinggalnya.

"Kami kebingungan, udah ndak ada perahu untuk bawanya. Istri saya susah melahirkan, akhirnya kami kasi kabar ke keluarga di sini minta tolong. Rupanya pesan kami itu sampai ke Ibu Bupati," ujar Dedi yang merupakan suami dari Dewi saat ditemui.

(Baca: Bupati Karolin Rela Basah-basahan Terobos Banjir )

Diceritakannya, melihat kondisi istrinya yang semakin melemah, Dedi beserta keluarga dan para tetangganya memanggul sang istri beramai-ramai keluar dari rumah dan berjalan melewati air menuju ke daratan yang cukup tinggi. Kemudian baru dilakukan proses persalinan.

Karena tingginya permukaan air yang mencapai dada orang dewasa, ditambah arus yang cukup deras. Membuat mereka sedikit kewalahan dan harus berhati-hati saat memanggul Dewi.

Sementara itu Karolin mengungkapkan, dirinya langsung menuju ke lokasi usai menerima pesan singkat dari salah seorang warga setempat.

"Saya menerima kabar kalau ada warga Dusun Jatak, Desa Bagak yang mengalami kesulitan saat melahirkan. Sebelumnya tentu saya tahu kondisi di sini yang terkena bencana banjir, jadi saya langsung menuju ke sini," tutur Karolin.

Diakuinya, kekhawatiran terhadap kondisi sang ibu dan putranya disebabkan Dusun Jatak merupakan salah satu wilayah yang parah terendam banjir. Ditambah lagi sang ibu mengalami kesulitan saat melahirkan.

"Gimana ngak khawatir, bayangkan ibu ini dipanggul beramai-ramai dari daerah banjir ke tempat yang lebih tinggi. Setelah itu baru dilakukan proses persalinan, saya bawa 4 perahu karet untuk evakuasi warga," ucapnya.

Keberanian Bupati itu mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat dan telah menjadi viral di media mainstream.

Mulai dari menceburkan diri bersama masyarakat di lokasi banjir, mengecek fasilitas umum, kesehatan, dan berdialog bersama para petani yang sawahnya banjir.

"Yang saya lakukan itu hal yang biasa, itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai pemimpin yang harus selalu hadir dan melayani masyarakatnya," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved