Sebelum Banjir, Satu Unit Rumah Hangus Terbakar Di Desa Kedama
Satu unit rumah milik warga atas nama Baaye yang berada di Dusun Empesak, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, hangus dilahap sijago merah...
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Satu unit rumah milik warga atas nama Baaye yang berada di Dusun Empesak, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, hangus dilahap sijago merah pada Minggu (3/9/2017) sekitar pukul 21.00 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, namun rumah semi permanen tersebut rata dengan tanah.
"Bangunan rumah ukuran 5x7, yang tinggal di situ Sukirman dan keluarganya," ujar Kades Kedama, Donjol di Ngabang pada Selasa (5/9/2017).
Dijelaskan Kades, untuk penyebab dari kebakaran itu sendiri menurut saksi mata oleh warganya disebabkan oleh tabung gas yang meledak.
(Baca: BPBD Landak Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang )
"Malam itu pemilik rumah sedang masak air," terangnya.
Akibat kebakaran tersebut memang tidak ada barang berharga yang dapat diselamatkan.
"Semua hangus terbakar rata dengan tanah, maklum di kampung upaya pemadaman hanya seadanya saja," tambah Donjol.
Malam setelah kebakaran, Kades mengakui di Desanya terjadi banjir karena meluapnya sungai Behe.
Seperti diketahui pada hari Senin kemarin wilayah Kabupaten Landak dilanda hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Sehingga beberapa daerah terkena banjir.
"Kalau di Desa kami itu banjir di Dusun Mamo, Dusun Empesak, dan Dusun Kedama. Banjir memang sudah langganan. Saya juga sudah laporkan banjir ke BPBD Landak," tutupnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kades-kedama-donjol_20170905_110736.jpg)