Sekda Mempawah Buka Rakor KLA 2026, Tekankan Pemenuhan Hak Anak dan Sinergi Lintas Sektor
Untuk meningkatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), Ismail menekankan empat aspek utama yang harus menjadi perhatian Tim Gugus Tugas KLA.
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Menurutnya, data anak yang akurat sangat penting sebagai dasar dalam merancang program pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan anak.
- Diketahui, Kabupaten Mempawah telah menginisiasi pengembangan Kabupaten Layak Anak sejak tahun 2019.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026, yang digelar di Aula Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PPPAPM dan Pemdes) Kabupaten Mempawah, Selasa 7 April 2026.
Dalam sambutannya, Ismail menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menjamin pemenuhan hak-hak anak.
"Anak-anak adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan daerah. Kita wajib memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan mendukung perkembangan potensi mereka," ujarnya.
Ia menyebutkan, anak merupakan investasi masa depan yang harus dipersiapkan melalui pembangunan yang holistik dan terintegrasi, sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam mewujudkannya.
Untuk meningkatkan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA), Ismail menekankan empat aspek utama yang harus menjadi perhatian Tim Gugus Tugas KLA.
• Aksi Pencurian Kabel Gardu PLN Kian Marak di Mempawah, PLN Minta Warga Segera Lapor Jika Curiga
Pertama, penguatan sinergi lintas sektor yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, serta masyarakat agar dapat bergerak secara terpadu.
Kedua, penyediaan data dan layanan ramah anak.
Menurutnya, data anak yang akurat sangat penting sebagai dasar dalam merancang program pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan anak.
Ketiga, pencegahan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak melalui penguatan sistem perlindungan, sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
Keempat, peningkatan partisipasi anak dalam pembangunan dengan memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pendapat terhadap kebijakan yang berdampak pada kehidupan mereka.
"Keempat aspek ini harus kita jalankan secara konsisten dan berkelanjutan agar target peningkatan predikat KLA dapat tercapai," tegasnya.
Diketahui, Kabupaten Mempawah telah menginisiasi pengembangan Kabupaten Layak Anak sejak tahun 2019.
Berkat kerja keras Tim Gugus Tugas, Kabupaten Mempawah berhasil meraih penghargaan kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada tahun 2023 dan 2025.
Meski demikian, berdasarkan hasil evaluasi, masih terdapat sejumlah indikator klaster yang perlu menjadi perhatian.
Di antaranya klaster kelembagaan yang mencapai 74,9 persen, klaster hak sipil dan kebebasan sebesar 57,8 persen, serta klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif yang masih berada di angka 47 persen.
Menutup arahannya, Ismail berharap Rakor KLA Tahun 2026 ini mampu menghasilkan rencana aksi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.
"Kami berharap melalui rakor ini, seluruh pihak dapat menyusun langkah nyata yang berdampak langsung bagi pemenuhan hak anak. Target kita tidak hanya mempertahankan predikat, tetapi juga meningkatkannya ke level yang lebih tinggi," tutupnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Sekda Mempawah
Kabupaten Layak Anak
Sekretaris Daerah
Ismail
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Selasa 7 April 2026
Kalbar
Kalimantan Barat
Mempawah
| Bukan Sekadar Alamat! Inilah Daftar Nama Jalan Unik di Sambas yang Punya Sejarah Mendalam |
|
|---|
| Satbrimob Polda Kalbar Sterilisasi di Rumah Radakng menjelang Pembukaan Pekan Gawai Dayak |
|
|---|
| 5 Tempat Wisata Hits di Sambas yang Wajib Dikunjungi, Ada Pantai Eksotis hingga Wisata Sejarah Megah |
|
|---|
| Awasi Orang Asing, Imigrasi Sanggau Bentuk Desa Binaan Imigrasi di Melawi Kalbar |
|
|---|
| Siapakah yang Memilih dan Berhak Menentukan Rektor IAIN Pontianak, Senat atau Kementerian? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ismail-435redtgdfcv.jpg)