Citizen Reporter
36 Tenaga Pengelola Kampung KB Siap Membangun Generasi Berencana
Kusmana menjelaskan beberapa permasalahan yang dihadapi tentu menjadi tantangan tenaga pengelola kampung KB menyelesaikan kasus yang terjadi.
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
Dina
Humas BKKBN Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta tanggung jawab kepada pengelola Kampung KB dalam mewujudkan keluarga kecil berkualitas melalui program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalimantan Barat melakukan pelatihan bagi 36 tenaga pengelola Kampung Keluarga Berencana di Aula Kantor BkkbN, Senin (28/8/2017)
"Pelatihan ini guna meningkatkan kualitas sumber daya yang mengelola Kampung KB sehingga mendapatkan Kampung KB yang berkualitas," ungkap Kepala Perwakilan BkkbN Kalbar, Kusmana usai pembukaan pelatihan, Senin (28/8/2017).
Kusmana menjelaskan beberapa permasalahan yang dihadapi tentu menjadi tantangan tenaga pengelola kampung KB menyelesaikan kasus yang terjadi.
(Baca: Kebijakan Untuk Menurunkan Ketimpangan, Ini Kata Kepala Bappenas )
"Khususnya kepada para remaja yang merupakan generasi berencana (genRe) adalah masa depan bangsa dalam menghadapi tantangan dikemudian hari. Bagaimana mereka menciptakan kehidupan yang berkualitas," paparnya.
Menurutnya banyak persoalan dimasyarakat yang menjadi tantangan untuk dihadapi seperti banyaknya remaja tidak sekolah karena tidak mampu, sehingga banyak anak-anak yang sudah punya anak menjadi persoalan penting.
"Beberapa persoalan seperti hamil dilanjutkan aborsi, kemudian selain itu juga banyak remaja karena tidak ada kegiatan sehingga banyak masalah yang harus diselesaikan oleh Kamtibmas," jelasnya.
Kusmana menambahkan kedepannya, program Kampung KB disusun dengan prioritas mengenai kunjungan kerumah tangga dengan target seluruh program keluarga berencana.
"Karena pada 1Januari 2018 PLKB akan menjadi pegawai pusat, di Kalbar selain karena jumlahnya sedikit beberapa permasalahan muncul sehingga jarang ketemu dengan masyarakat. Jika sudah kembali ke pusat maka akan ada aturan yang tegas," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/penyuluhan-kb_20170828_204346.jpg)