Tim TKCI Kembali ke Tanah Air Setelah Nikmati Pesona Kampung Air Brunei

Dulunya wilayah kampung ini pernah menjadi pelabuhan utama untuk para pengekspor yang mendatangkan barang ke Brunei

Penulis: Didit Widodo | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID /DIDIT WIDODO
Tim TKCI bertolak pulang ke tanah air setelah dilepas NBT (North Borneo Trading) Toyota Bandar Sri Begawan, NBT Bunut, dan NBT Kuala Belait, Minggu (20/08). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BRUNEI DARUSALAM - Setelah melalui serangkaian kegiatan di Negara Brunei Darusalam, akhirnya Tim Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) kembali ke tanah air, Minggu (20/08) pagi.

Ceremony sederhana namun meriah masing-masing digelar NBT (North Borneo Trading) Toyota Bandar Sri Begawan, NBT Bunut, dan NBT Kuala Belait untuk melepas TKCI. Meraka pun disambut Sales Supervisor, Thamrin, dan Haji Syahrum selaku Sales Lexus Brunei.

Setelah menempelkan stiker TKCI tanda komunitas ini berdiri di Brunei, akhirnya pecinta mobil Kijang tua namun masih tangguh ini bertolak menuju tanah air.

(Baca: TKCI Promosikan Wisata Kalbar di Brunei

Sehari sebelumnya pihak NBT yang diwakili Agung membawa Tim TKCI untuk menikmati Pantai Jerudong Park kemudian diajak juga mengelilingi wilayah Kampung Air yang berada di pinggir Kota Sri Begawan.

"Sambutan dan layanan pihak NBT sangat luar biasa," ujar Eko, Ketua TKCI Kalbar.

Agung NBT menjelaskan, Kampung Air memiliki catatan sejarah panjang sejak ribuan tahun. Kampung ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Shah tahun 1363-1402. Sejak saat itu banyak penduduk berbondong-bondong mengisi kekosongan wilayah kampung.

"Dulunya wilayah kampung ini pernah menjadi pelabuhan utama untuk para pengekspor yang mendatangkan barang ke Brunei," terangnya.

Tim TKCI menaiki perahu menuju Kampung Air dengan panduan perwakilan NBT Bandar Sri Begawan, Agung, Jumat (18/08).
Tim TKCI menaiki perahu menuju Kampung Air dengan panduan perwakilan NBT Bandar Sri Begawan, Agung, Jumat (18/08). 

Kampung ini tak cuma bertahan kokoh, melainkan kian hari semakin berkembang pesat. Lebih dari 30.000 orang bermukim di sana, terang Agung.

"Kampung Air ternyata bukan sembarang kampung. Penduduknya sudah hidup mengikuti arus zaman modern," lanjut Hutasoit peserta touring jelajah tiga negara ini.

Dalam kampung ini meskipun bentuk bangunan berupa rumah panggung kayu sederhana yang berdiri di atas air, desa ini sudah ada listrik bahkan Ac pun ada di dalam rumah.

Tim TKCI juga berkeliling kampung dan berkesempatan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
"Kita juga mencoba mengenalkan pariwisata Kalbar agar mereka mau berkunjung ke Indonesia," tutur Ketua TKCI, Eko.

Hampir seharian tim berkeliling Kampung Air hingga kembali ke Hotel Seameo Voctech untuk istirahat dan berkemas lantaran keesokan harinya akan bertolak ke tanah air .

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved