Citizen Reporter
Kota Mekkah Sudah Mulai Dipadati Jamaah Calon Haji
Suhu cuaca di kota Mekkah sendiri saat ini dikabarkan sangat panas. Suhu udara berkisar antara 41 hingga 42 derajat celcius.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Jamadin
Citizen Reporter:
Humas PLN Wilayah Kalbar, Hendra Fattah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sepuluh hari menjelang Wukuf di Padang Arafah (hari-hari Armina), kota Mekkah sudah mulai dipadati oleh para Jamaah Calon Haji (JCH) yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia.
Hal tersebut dapat terlihat dari padatnya jamaah sholat berjamaah yang dilakukan di Masjidil Haram.
Padatnya JCH juga dapat terlihat pada terminal bis yang mengangkut jamaah dari penginapan menuju ke Masjidil Haram.
"Seminggu yang lalu saat pertama kali datang ke Mekkah terlihat masih sangat lengang. Bis yang mengantar kami ke Masjidil Haram masih terbilang sepi penumpang. Tapi saat ini sudah terlihat ramai dan padat sekali", ungkap Mursidi, seorang JCH asal kota Pontianak.
Menurut Mursidi, ratusan bis yang disiapkan untuk mengantar para JCH dari dan ke Masjidil Haram kerap penuh. Butuh waktu sekitar setengah hingga satu jam untuk dapat antrian bis, terutama saat ingin kembali ke penginapan, itupun harus berdiri.
"Saat ini dibutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra untuk bisa beribadah ke Masjidil Haram, karena suasananya sudah mulai padat sekali", tandas Marsudi.
Untuk mengantisipasi hal -hal yang tidak diinginkan, PPHI Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan untuk memberhentikan sementara layanan angkutan bis menuju Masjidil haram mulai tanggal 27 Agustus 2017 pukul 12 siang dan akan mulai kembali pada tanggal 5 September 2017 pada pukul 12 siang juga.
Untuk melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah para JCH dihimbau untuk melaksanakannya di masjid-masjid yang dekat dengan penginapan.
Upaya pemberhentian sementara layanan bis ini juga dimaksudkan agar para JCH dapat memepersiapkan kondisi fisik jelang pelaksanaan hari-hari Armina.
Suhu cuaca di kota Mekkah sendiri saat ini dikabarkan sangat panas. Suhu udara berkisar antara 41 hingga 42 derajat celcius.
Tim medis yang bertugas di masing-masing kloter terlihat bekerja sangat keras untuk memastikan kondisi kesehatan JCH dalam keadaan baik.
Untuk JCH asal kota Pontianak yang tergabung pada kloter 14 Embarkasi Batam sebagian besar berada di penginapan nomer 620, daerah Asyisyah . Minimal 1 kali dalam sehari para petugas medis melakukan visitasi, mengunjungi kamar-kamar para jamaah untuk memastikan JCH dalam kondisi yang sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/padati-kakbah_20170820_223739.jpg)