Sutarmidji: Tugas Perawat Tidak Hanya Monoton Mematuhi SOP, Tapi Harus Berinovasi

Tugas perawat tidak hanya monoton mematuhi SOP, tapi bagaimana bisa melakukan inovasi-inovasi.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Walikota Sutarmidji memberikan pemaparan pada The 2nd Borneo International Nursing Conference di Hotel Aston Pontianak, Sabtu (19/8/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Walikota Pontianak, Sutarmidji saat membuka. The 2nd Borneo International Nursing Conference mengatakan bahwa tugas perawat selain mematuhi SOP (Standar Operasional Prosedur) juga dituntut mampu berinovasi, di Hotel Aston Pontianak, Sabtu (19/8/2017) pagi.

"Tugas perawat tidak hanya monoton mematuhi SOP, tapi bagaimana bisa melakukan inovasi-inovasi. Perawat itu sebenarnya dia bisa memberikan pendekatan psikologis kepada pasien sehingga pasien akan merasa nyaman dan fungsi obat akan bekerja lebih maksimal," katanya.

Midji mengatakan bahwa ketika beban psikologis tidak bisa dikurangi maka fungsi obat akan berkurang karena bagaimanapun obat baru efektif beban ketika beban psikologis pasien itu berkurang.

"Seorang perawat ke depan selain bisa memberikan perawatan selain SOP tetapi bisa berinovasi dalam memberikan perawatan sesuai dengan karakter pasiennya. Seorang perawat juga harus memahami ilmu psikologi yang baik. Sakit tidak hanya tergantung obat dokter, penanganan yang sifatnya psikologis bisa mendorong kesembuhan," jelasnya.

Baca: Drone Foto- Dilihat dari Udara, Begini Keindahan Pasar Kenanga Pontianak

Lanjutnya bahwa memang rumah sakit dan perawat selalu dihadapkan dengan keluarga pasien. Jika ada keluarga pasien marah sudah biasa karena dalam keadaan panik. Oleh karena itu, perawat harus bisa mengatasi situasi tersebut tanpa emosional.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved