Warga Jambi Besuk Napi Teroris di Lapas Singkawang

Sampai saat ini baru ada satu orang yang sudah membesuk tahanan napi Teroris yang dititipkan Densus 88 di Lapas kota Singkawang ini.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Narapidana teroris bernama Nur Muhammet Abdullah alias Fariz Abdullah alias Ali (31) yang dititipkan ke Lapas Kelas II B Singkawang, diakui Kalapas Singkawang, Sambiyono baru dibesuk satu kali. Dimana diketahui pembesuk tersebut bukanlah masyarakat yang berasal dari Kalimantan Barat.

"Sampai saat ini baru ada satu orang yang sudah membesuk tahanan napi Teroris yang dititipkan Densus 88 di Lapas kota Singkawang ini. Pembesuk tersebut warga negara Indonesia berasal dari Muara Ungu Jambi," ujar Sambiyono, Jumat (18/8).

Napi yang diditipkan tersebut diakui olehnya bukan berasal dari negara Indonesia. Karena itu pengamanan dan koordinasi dengan instansi terkait terus ia lakukan.

"Kita terus melakukan pengamanan khusus kepada yang bersangkutan, dan kita juga sedang melakukan kerjasama dengan pihak Imigrasi untuk memperoleh data yang lebih lengkap mengenai siapa Napi teroris warga binaan kita atas nama Nur Muhammet Abdullah alias Fariz Abdullah alias Ali ," ungkapnya.

(Baca Juga: Gubernur Cornelis Serahkan Remisi ke 2.045 Narapidana

Setelah mengetahui identitas napi tersebut, tentu pihaknya akan lebih waspada. Bahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya juga telah mensterilkan kamar Napi teroris tersebut. 

"Ini kita lakukan agar tidak ada samasekali alat komunikasi yang akan bisa digunakan Napi tersebut untuk berhubungan dengan orang lain," lanjutnya.

Pengamanan juga dilakukan kepada setiap pengunjung yang datang membesuk warga binaan di Lapas. Termasuk pula untuk pembesuk napi teroris tersebut.

"Untuk pengunjung yang akan membesuk Napi teroris tersebut, kami juga melakukan pemeriksaan mulai dari KTP, Nomor HP, dimana dia tinggal, ke Lapas naik apa, setelah itu mau ke mana, akan terus di pantau. Ini merupakan upaya antisipasi kami dalam pengamanan napi teroris tersebut," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved