Stop Pindah-pindah Payudara Saat Menyusui, Ini Akibatnya Pada Bayi !

ASI itu punya banyak kandungan yang diperlukan bayi. Mulai dari karbohidrat, protein, yang didalamnya ada antibodi, kalori, lemak.

Stop Pindah-pindah Payudara Saat Menyusui, Ini Akibatnya Pada Bayi !
NOVA
ibu menyusui 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Saat menyusui, sebaiknya ibu mencoba untuk mengatur posisi dan letak bayi. Selain itu, durasi waktu juga diperhatikan. Ini sangat penting lho bagi kesehatan bayi. 

Saat menyusui bayi di satu payudara, kadang kita memindah-mindah ke payudara satunya lagi. Setelah itu bayi kenyang dan berhenti menyusu. 

"ASI itu punya banyak kandungan yang diperlukan bayi. Mulai dari karbohidrat, protein, yang didalamnya ada antibodi, kalori, lemak. Saat ASI keluar, lima menit kandungannya karbohidrat, lima menit berikutnya protein, begitu seterusnya," kata dokter anak di RSUD Abdul Azis, Sumardi Fransiskus, Kamis (17/8/2017).

Baca: Dandim Sanggau Imbau Agar Masyarakat Laksanakan Doa Bersama 171717

Sederhananya, ASI merupakan makanan lengkap bagi bayi. Sehingga, jika saat menyusui bayi dipindah-pindah dari satu payudara ke payudara lainnya, maka ada kandungan yang tak didapat bayi atau bayi belum mendapat makanan yang lengkap. Akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan si bayi. 

"Jadi sebisa mungkin menyusui itu 10 hingga 15 menit. Jadi biar asupan ke bayi itu lengkap. Kalau sebentar-sebentar dipindah, bayi tidak mendapat asupan yang lengkap," jelasnya.

Sunardi menyarankan, agar saat menyusui dituntaskan terlebih dahulu di satu payudara. Setelah tuntas, barulah berpindah ke payudara satunya lagi. "Tunggu habis dulu baru pindah," katanya.

Selain pengaruh ke bayi, menyusui dengan berpindah satu payudara ke payudara lain, juga mempengaruhi isian ASI pada payudara. Untuk bisa mengisi kembali secara baik, ASI harus habis terlebih dahulu. "Kalau diibaratkan mengisi BBM kendaraan, itukan kita lihat dulu udah sampai di merah atau belum. Ketika sudah sampai kita baru mengisi lagikan. Gitu juga ASI. Jadi ada "sensor" di payudara, yang kalau habis dia otomatis mengisi kembali," katanya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved