Citizen Reporter

Bupati Sintang Hadiri Malam Pisah Sambut Pastor Paroki Santo Yusuf Senaning

Bupati Sintang Jarot Winarno hadiri malam pisah sambut Pastor Paroki Santo Yusuf Senaning di halaman Gereja Paroki Santo Yusuf Senaning.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Sintang Jarot Winarno sampaikan sambutan saat hadiri malam pisah sambut Pastor Paroki Santo Yusuf Senaning di halaman Gereja Paroki Santo Yusuf Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, Sabtu (5/8/2017). 

Citizen Reporter
Syukur Saleh
Kasubbag Pemberitaan Humas Setda Sintang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno hadiri malam pisah sambut Pastor Paroki Santo Yusuf Senaning di halaman Gereja Paroki Santo Yusuf Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, Sabtu (5/8/2017).

Pastor Paroki Santo Yusuf Senaning baru yakni Petrus Apot Pr menggantikan Pastor sebelumnya yang telah bertugas selama tujuh tahun yakni Joseph Christpinus Pr.

Di hadapan Uskup Sintang Samuel Oton Sidin OFM Cap dan seluruh umat yang hadir, Bupati Sintang Jarot Winarno sampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang memiliki kehendak yang baik untuk membantu berbagai kegiatan agama dalam upaya tingkatkan kerohanian.

“Apapun agamanya, baik Katolik, Islam, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu. Semua kami perhatikan,” ungkapnya.

Hingga 2021 mendatang, Jarot menegaskan tekadnya wujudkan visi dan misi Pemkab Sintang yaitu masyarakat Kabupaten Sintang cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera dengan ditopang tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

“Pada poin religius, kita membuat instrumen bahwa dana bantuan dari Pemkab Sintang terus mengalir untuk kegiatan keagamaan,” katanya.

Baca: Buka Camat Sintang Cup Tahun 2017, Bupati Sintang Janjikan Hadiah Khusus Bagi Tim Paling Fairplay

Pemkab sadar tanpa ada dukungan dari para pemimpin umat dan masyarakat, program-program pemerintah tentu tidak akan dapat berjalan baik. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, Pemkab selalu mendengar dan meminta nasehat serta pendapat para rohaniawan dan pemuka agama.

“Sebab masukan dari pemuka agama dapat kita tampung sebagai pesan pembangunan dan kritikan pembangunan kepada pemerintah dalam hal positif,” imbuhnya.

Dampak dari sebuah pembangunan tentunya tidak terlepas dari rohaniawan untuk bisa menuntun dan dampingi umat hadapi kemajuan era modernisasi. Jarot mengajak seluruh masyarakat wilayah Ketungau Hulu khususnya umat Khatolik, bersama-sama bangun wilayah perbatasan.

“Kita kerjakan bersama-sama dan sama-sama bekerja. Sebab wilayah kita ini merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan wilayah Malaysia. Situasi seperti ini harus ada dukungan dan kerjasama antara pihak Pemerintah dengan masyarakat. Tetap jaga kelestarian lingkungan alam di Ketungau Hulu,” tukasnya.

Pastor Joseph Christpinus Pr seorang imam projo yang sudah bertugas di Senaning selama 7 tahun menceritakan saat datang ke Senaning pertama kalinya, dia merasa sangat berbahagia sebab langsung diterima baik oleh masyarakat dan umat khatolik di wilayah Senaning ini.

“Saya mengabdi di Paroki Santo Yusuf mulai dari tahun 2010. Semenjak hadir disini saya tetap menjaga dan menghormati masyarakat dan umat,” ungkapnya dalam kesan dan pesan.

Pastor Joseph menyadari pasti ada kesalahan yang telah diperbuat selama mengabdi di paroki ini. Diapun meminta maaf kepada semua umat yang hadir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved