Dinas Kesehatan Pontianak Tekan Serangan ISPA

Mengantisipasi melonjaknya kasus ISPA dimusim kering dan kabut asap yang menyelimuti kota ini Dinas Kesehatan Kota Pontianak telah menyiapkan langkah.

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK/FILE
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu Widoyono. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini Kota Pontianak sudah diselimuti kabut asap, terutama saat sore hingga malam hari. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu, mengatakan pihaknya sudah mewanti-wanti melonjaknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang menyerang warga Kota Pontianak.

Ia menegaskan untuk mengantisipasi melonjaknya kasus ISPA dimusim kering dan kabut asap yang menyelimuti kota ini pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah.

Saat ini Handanu menjelaskan jika pihaknya memiliki 200 ribu buah masker untuk dibagikan pada masyarakat. Selain itu, sumber daya manusia dan logistik pengobatan pun telah disiapkan.

“Di Dinas Kesehatan Kota kita punya 200 ribu pcs masker yang siap dibagikan dan dari kepolisian serta organisasi lainnya sudah ada yang membagikan,” ucapnya, Jumat (4/8/2017).

Baca: Video Penampakan dari Atas Kabut Asap yang Menyelimuti Kota Pontianak

Hingga kini, kualitas udara Pontianak dari nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dikatakan Handanu ada dalam tingkatan sedang. Kadang-kadang malah normal. Artinya masih belum mengganggu kesehatan manusia.

“Ini terlihat dari laporan kejadian penyakit ISPA di Puskesmas, belum menunjukkan peningkatan,” jelasnya.

Namun demikian, ia Ia tetap mengimbau agar masyarakat yang punya risiko tinggi terhadap saluran pernapasan, sensitif terhadap udara kotor, sakit asma, paru-paru kronis, harus berhati-hati.

“Kita juga sudah mulai bagikan masker, sumber daya dan logistik sudah disiapkan. Kita imbau juga masyarakat jangan keluar rumah bilamana udara tidak baik,” tegasnya.

Handanu tegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada ISPA, namun juga selalu memantau penyakit yang biasa mewabah saat kemarau seperti diare dan gangguan saluran pencernaan. Pemantauan dikhususkan pada anak usia sekolah lewat jajanan mereka. Risiko keracunan pun diwaspadai.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved