FKUB Surakarta Studi Banding ke Sintang

Kondisi ini menarik minat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta untuk studi banding sekaligus mengamati keberagaman suku dan agama di...

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST
Wakil Bupati Sintang Askiman bertukar cinderamata dengan perwakilan FKUB Kota Surakarta di Balai Praja Komplek Kantor Bupati Sintang, Kamis (3/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kabupaten Sintang dikenal sebagai miniatur Indonesia.

Berbagai suku dan agama ada di Kabupaten Sintang.

Sintang menjadi rumah besar bagi keberagaman. Selama ini, semua masyarakat hidup berdampingan dan harmonis.

Kondisi ini menarik minat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta untuk studi banding sekaligus mengamati keberagaman suku dan agama di Bumi Senentang.

Baca: Cornelis, Istri dan Cucunya Mencoba Refleksi Ikan, Ini Foto-fotonya!

Baca: Telat Gajian, Karyawan PTPN XIII Diminta Segera Menyurati DPRD

Kedatangan rombongan FKUB Surakarta diterima langsung oleh Wakil Bupati Sintang di Balai Praja Komplek Kantor Bupati Sintang, Kamis (3/8/2017).

Dihadapan rombongan, Wakil Bupati Sintang Askiman menjelaskan kondisi demografi dan geografis Kabupaten Sintang.

Sintang merupakan kabupaten yang punya wilayah luas.

“Luas Sintang sepadan dengan total luas Provinsi Jawa Barat ditambah Banten. Bayangkan saja, luas sebesar itu dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Sintang juga berbatasan tanah secara langsung dengan negara Malaysia. Panjang bentang batas wilayah kurang lebih 100 kilometer (km).

Sintang merupakan kabupaten penerima transmigrasi terbesar di Provinsi Kalimantan Barat.

“Jadi jangan heran ketika melihat permainan kuda lumping ada yang orang Dayak. Masyarakat Dayak di Sintang ada juga yang bisa berbahasa Jawa. Masyarakat Sintang sangat plural dan telah menyatu,” katanya.

Askiman menambahkan selama ini kehidupan antarumat beragama di Kabupaten Sintang sangat rukun, harmonis dan damai. Konflik Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dipastikan tidak pernah terjadi di Kabupaten Sintang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved