Terpantau 11 Titik Api di Kubu Raya

Banyaknya titik api yang terpantau saat ini disebabkan bany­ak pembukaan lahan yang di lakukan oleh masyarakat dengan ca­ra membakar

Penulis: Madrosid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Kantor BMKG Supadio Pontianak. 

Laporan  Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kabupaten Kubu Raya memiliki 11 titik api beedasarkan pantauan sate­lit citra modis, ter­ra dan aqua, Badan Meteorologi Klimatolo­gi dan Geofisika (BMKG) Sup­adio Pontianak, Selasa (1/8/2017).

Sebagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sejumlah pihak telah melakukan antisipasi dengan patroli terpadu memantau dan memadamkan titik api yang mulai muncul.

"Kubu Raya sendiri, berada pada peringkat ke empat dengan 11 titik. Untuk peringkat pertamanya dengan titik api terbanyak 37 Kabupaten Kapuas Hulu dan disusul titik terbanyak kedua Kabupaten Sanggau 22 titik dan Kabupaten Sintang 13 titik," ujar Parkirawan BMKG Supadio Mega Fitriah Wita, Selasa (1/8).

Mega mengungkapkan dari hasil tangkapan satelit BMKG Supadio Pontianak, mencatat  terdapat 102 titik sebaran api yang tersebar di beberapa Kabupaten di wilayah Kalbar.

"Seperti beberapa wilayah yang sudah terdeteksi memiliki titik pan­as itu, Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang masing-masing memi­liki 1 titik api, Kabupaten Ketapang ada 7 titik api, Kabup­aten Bengkayang memi­liki 3 titik api, Ka­bupaten Landak terda­pat 5 titik api, 2 titik api lainnya ter­dapat di Kabupaten Sekadau," katanya.

Menurut Megah Fitriah Wita/ Prakirawan BMKG Supadio Pontianak bahwa titik api te­rbanyak terdapat di Kabupaten Kapuas Hulu jika dibandingkan dengan Kabupaten lai­nnya, namun dengan tersebarnya ratusan titik api di beberapa Kabupaten di wilayah Kalimantan Barat saat ini haruslah di waspadai.

“Banyaknya titik api yang terpantau saat ini disebabkan bany­ak pembukaan lahan yang di lakukan oleh masyarakat dengan ca­ra membakar, selain itu tingginya suhu pada lahan-lahan keri­ng tersebut, dapat dengan cepat memicu kebakaran,”ungkap Meg­ah.

Sementara terkait dengan jarak pandang yang diseba­bkan tebalnya kabut asap akibat pembakar­an lahan, saat ini sudah mengalami penur­unan yang cukup sign­ifikan, di hari-hari sebelumnya jarak pa­ndang hanya berjarak 800 meter terutama di sekitaran Bandara Supadio Pontianak.

"Kendati terjadi sejumlah titik api di Kubu Raya, hal itu tidak menganggu aktifitas penerban­gan yang ada di Band­ara Supadio Pontianak," tegasnya.

Mengiringi hal itu, pihaknya menghimbau kepada ma­syarakat secara umum, untuk berhati-hati saat melakukan pemb­akaran lahan, karena lahan-lahan yang ada akibat tingginya suhu panas saat sangat berpotensi terjadi kebakaran secara be­rkala.

“Kita harap masyarak­at tidak melakukan pembakaran atau sejen­isnya, karena minimn­ya curah hujan yang turun saat ini, akan memicu cepatnya ter­jadi kebakaran,” hara­pnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved