Bayarnya Murah kok Mas Cuma Rp 50 Ribu! Pol PP Kewalahan Razia PSK
Dua lokasi yang dirazia ini memang bukan lokasi biasanya. Untuk Ngopak, para PSK biasa mangkal di warung kopi sambil menunggu pelanggannya.
Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko mengatakan, razia ini dilakukan dalam rangka operasi pekat dan menerapkan Perda No 3 Tahun 2017 tentang pemberantasan pelacuran.
Baca: Ramalan Zodiak Anda! Asmara Libra: Ada Mulut Usil, Hadapi dengan Cara Ini
Pasalnya, meski sudah beberapa kali melakukan razia, ternyata masih banyak pelacuran di Pasuruan.
"Ini wujud komitmen kami selalu merazia prostitusi," katanya kepada Surya.
Lari ke Semak-semak
Petugas butuh tenaga ekstra untuk merazia dua lokasi lokalisasi tersebut. Sebab, mayoritas PSK yang hendak dirazia melarikan diri.
Bahkan sebagian yang nekat melarikan diri dengan masuk ke semak-semak. Tapi ada juga yang berhasil diamankan.
"Yang kami amankan delapan orang, sisanya melarikan diri. Empat di Ngopak dan empat lainnya di Nguling," terang Yudha, sapaan akrabnya.
Menurut Yudha, dua lokasi yang dirazia ini memang bukan lokasi biasanya. Untuk Ngopak, para PSK biasa mangkal di warung kopi sambil menunggu pelanggannya.

Seorang PSK saat diamankan petugas Satpol PP Pasuruan, Jumat (28/7/2017). SURYA/GALIH LINTARTIKA
Sedangkan di Nguling, mereka stand by di gedung kosong menunggu pelanggannya.
"Itulah yang membuat kami sulit merazia mereka," imbuhnya.
Meski demikian, delapan orang PSK yang berhasil ditangkap sekarang sudah diamankan di Mako Satpol PP. Mereka akan menjalani sidang tipiring.
Dalam pemeriksaan sementara, dari delapan PSK tersebut, satu di antaranya ternyata pernah diamankan sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/psk_20170729_100011.jpg)