Berita Video
Uskup Pribumi Naik Perahu Karet di Perayaan Pesta Emas Imamat
Memasuki tempat perjamuan ia mesti menaiki perahu karet menuju panggung megah di tepi kolom renang.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Ribuan umat Katolik mengikuti Perayaan Pesta Emas Imamat 1967-2017 dan ulang tahun ke-80 Uskup Emiritus Mgr Hieronymus Herculanus Bumbun, OFM Cap.
Perayaan dimulai dengan misa syukur di Gereja Santo Agustinus yang dilanjutkan acara ramah tamah di Rumah Retret Tirta Ria, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Jumat (28/7/2017).
Memasuki tempat perjamuan ia mesti menaiki perahu karet menuju panggung megah di tepi kolom renang. Tarian dan nyanyian mengiringi perjalanannya yang mengayuh perahu dengan perlahan menuju panggung.
Dalam perayaan ini dibagikan pula buku biografi perjalanan imamat Uskup Mgr (emeritus) Hieronymus Herculanus Bumbun, OFMCap dengan judul "Orang Bajik yang Bijak".
Amor Non Amatur yang berarti Dicintai yang tidak dicintai menjadi motto tahbisan Uskup Mgr (emeritus) Hieronymus Herculanus Bumbun, OFMCap oleh Mgr Kardinal Justinus Darmojuwono 27 Mei 1976 silam.
Motto ini terinspirasi dari kata-kata Santo (St) Fransiskus Asisi “Deus et Omnia” yang dalam bahasa Indonesia berarti Tuhanku dan semuanya serta tulisan Rasul Yohanes “Allah adalah kasih”. Hal ini menunjukkan betapa sempurnanya Kasih Allah akan manusia.
Namun kasih Allah itu belum sepenuhnya disadari oleh orang banyak. Allah menghendaki agar kasihnya dibalas dengan kasih juga oleh manusia. St Fransiskus Asisi menyadari kasih Allah itu dengan sangat mendalam.
“Terhadap kasih Allah itu, St Fransiskus Asisi hanya dapat mengatakan Deus et Omnia,” katanya, Jumat (28/7/2017).