Kongres Dayak Internasional
Karolin Nilai Kongres Dayak Internasional Bentuk Diplomasi Cerdas Masyarakat Adat
Kongres dayak internasional harus dilihat secara utuh, karena merupakan bentuk diplomasi cerdas masyarakat adat Dayak.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Bupati Landak, Karolin Margret Natasha menilai dengan adanya Kongres Dayak Internasional merupakan bentuk diplomasi cerdas masyarakat adat Dayak.
"Kongres dayak internasional harus dilihat secara utuh, karena merupakan bentuk diplomasi cerdas masyarakat adat Dayak, ketika berhadapan dengan dunia internasional dan stigma negatif yang disampaikan gubernur terkait dengan sorotan dunia internasional dan lingkungan hidup," ungkapnya, Rabu (26/07/2017).
Menurutnya pula, dengan kongres tersebut adalah bentuk diplomasi masyarakat adat Dayak mengenai stigma negatif yang dicap oleh masyarakat luar, baik dalam dan luar negeri.
"Seperti yang kita ketahui, bahwa kita seolah dicitrakan sebagai pembakar dan pembalak hutan, sehingga melalui kongres inilah bentuk diplomasi masyarakat adat untuk membela hak dan verifikasi dunia internasional," kata dia.
Baca: Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International
Mantan anggota DPR RI ini pun berharap, dengan adanya Kongres dapat menyamakan persepsi, diseluruh wilayah dunia yang ada kesejarahan dan antropologi Dayak, dan bisa bicara mengenai tantangan yang ada serta mencoba merumuskan apa yang bisa lakukan serta diselaraskan kebijakan Indonesia dan dunia.
"Kongres ini menjadi sangat strategis dan penting bagi generasi penerus bangsa," pungkasnya.