Berita Foto

Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International

Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis....

Penulis: Anesh Viduka | Editor: Mirna Tribun
Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International - penampilan-seniman_20170726_103948.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Penampilan seniman/seniwati muda Kalbar saat membawakan seni drama tari massal karya Gabriel Armando yang berjudul Dayak Bersatu pada pembukaan Kongres Dayak International ke-1 di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017) pagi. Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dengan sub tema Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International - penampilan-senimanseniwati_20170726_104010.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Penampilan seniman/seniwati muda Kalbar saat membawakan seni drama tari massal karya Gabriel Armando yang berjudul Dayak Bersatu pada pembukaan Kongres Dayak International ke-1 di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017) pagi. Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dengan sub tema Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International - penampilan-senimanseniwati_20170726_104031.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Penampilan seniman/seniwati muda Kalbar saat membawakan seni drama tari massal karya Gabriel Armando yang berjudul Dayak Bersatu pada pembukaan Kongres Dayak International ke-1 di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017) pagi. Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dengan sub tema Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International - penampilan-senimanseniwati_20170726_104054.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Penampilan seniman/seniwati muda Kalbar saat membawakan seni drama tari massal karya Gabriel Armando yang berjudul Dayak Bersatu pada pembukaan Kongres Dayak International ke-1 di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017) pagi. Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dengan sub tema Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International - penampilan-senimanseniwati_20170726_104111.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Penampilan seniman/seniwati muda Kalbar saat membawakan seni drama tari massal karya Gabriel Armando yang berjudul Dayak Bersatu pada pembukaan Kongres Dayak International ke-1 di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017) pagi. Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dengan sub tema Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seni Drama Tari Massal Meriahkan Pembukaan Kongres Dayak International - penampilan-senimanseniwati-muda-kalbar_20170726_104133.jpg
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Penampilan seniman/seniwati muda Kalbar saat membawakan seni drama tari massal karya Gabriel Armando yang berjudul Dayak Bersatu pada pembukaan Kongres Dayak International ke-1 di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017) pagi. Kongres Dayak International yang pertama ini mengusung tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dengan sub tema Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA

.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved