Kongres Dayak Internasional
Ini Tantangan Bagi Suku Dayak Menuju Pembangunan Landscape yang Modern
Untuk itu, Ia berharap dengan adanya Kongres tersebut bisa menjadi jembatan kemajuan masyarakat Dayak.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Panitia Kongres Dayak Internasional, Alexius Akim yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, dalam pidatonya menuturkan ada beberapa tantangan bagi suku Dayak.
Untuk itu, Ia berharap dengan adanya Kongres tersebut bisa menjadi jembatan kemajuan masyarakat Dayak.
"Tantangan-tantangan besar harus dihadapi bangsa Dayak, demi membangun pranata sosial, ekonomi dan politik yang bervisi jauh dan modern hingga serta membangun sistem pemerintahan yang tertib hukum dan peraturan," ungkapnya, Rabu (26/07/2017).
Baca: Cornelis: Kongres Dayak untuk Menyamakan Persepsi Membangun SDM
Lalu, kata Akim, bangsa Dayak juga harus membangun ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi yang maju, dan terlibat dalam pengelolaan struktur masyarakat yang lebih kompleks.
Oleh sebab itu, menurutnya pula, membangun peradaban memerlukan energi bersama dan waktu yang panjang dan serta harus dimulai dari sekarang, dengan diawali pelaksanaan kongres Dayak internasional 2017.
"Kongres ini diharapkan menjadi jembatan bagi bangsa Dayak, antara masa lalu dan masa depan serta antara warisan kemarin dengan upaya pembangunan landscape yang modern," tukasnya.