Usung Tema Perpustakaan Mini, Cafe Book Sierra Sediakan Sekitar 1.000 Buku Bacaan
Bukunya ada yang Echa beli sendiri ada juga dari Abang Echa yang dari sastra, dari perpustakaan provinsi juga ada.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Cafe Book Sierra telah berdiri di kota Singkawang sejak 2014 silam. Mengusung tema perpustakaan mini, cafe ini cukup digemari oleh muda-mudi di Kota Singkawang.
Owner, Cafe Book Sierra, Rasya Septari Karim (25) mengaku memilih konsep tersebut karena ingin menggugah minat baca para muda-mudi di Kota Singkawang. Belum lagi menurutnya untuk mendapatkan buku di kota Singkawang cukup sulit mengingat jarangnya toko buku besar di Kota Singkawang.
"Jadi awalnya karena ingin mengudakasi masyarakat khususnya remaja untuk lebih gemar membaca buku. Selain itu di Singkawang inikan tidak ada toko buku seperti Gramedia dan kharisma," ujarnya, Selasa (25/7).
Kemudian menurutnya memang untuk sumber bacaan bisa saja di peroleh dari gadget. Namun diakuinya membaca langsung dari buku memang lebih meyakinkan kebenarannya.
Baca: Fachri: Perumahan Tipe 36 Masih Primadona
"Sekarang inikan dimudahkan juga dengan adanya gadged, tapi menurut Echa sumber bacaan yang lebih baik memang dari buku. Sumbernya jelas dan bisa membandingkan perbedaan sudut pandangan tiap-tiap penulis," katanya.
Jumlah buku yang tersedia di cafe tersebut juga terbilang cukup banyak, dari berbagai jenis bacaan. Diakui olehnya buku-buku tersebut selain koleksi pribadi juga didapat dari banyak pihak.
"Bukunya ada yang Echa beli sendiri ada juga dari Abang Echa yang dari sastra, dari perpustakaan provinsi juga ada. Sekitar 1000 buku yang disumbangkan dari perpustakaan provinsi," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rasya-septari-karim_20170725_214847.jpg)