Puluhan GGD Mundur, Ini Kata Ketua Komisi C DPRD Sintang
Program GGD sangat menguntungkan daerah. Namun, implementasi yang kurang sesuai menjadikan GGD terkesan suatu kerugian.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang Herimaturida mengaku kesal dengan pengunduran puluhan tenaga Guru Garis Depan (GGD) yang sebelumnya akan ditempatkan di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) di Kabuaten Sintang.
“Jujur, saat ini Kabupaten Sintang masih kekurangan guru. Sangat disayangkan,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa (25/7/2017) siang.
Padahal, Herimaturida memandang program GGD sangat menguntungkan daerah. Namun, implementasi yang kurang sesuai menjadikan GGD terkesan suatu kerugian.
“Contohnya pengunduran ini. Seharusnya saat pertama mendaftar, para calon GGD sudah tahu dan paham akan ditempatkan dimana. Harus siap risiko dan konsekuensinya. Kan sudah jelas GGD untuk daerah 3 T. Namun, kita hormati keputusannya. Hanya saja kita turut menyayangkan, lebih baik tidak mendaftar sejak awal,” jelasnya.
Baca: Wakil Ketua DPRD Sintang Sebut Program GGD Adalah Kebijakan Yang Salah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang diminta sinkronisasikan kerjasama program ini dengan Pemerintah Pusat (Pempus). Herimaturida juga sarankan pengunduran diri puluhan GGD asal luar Sintang ini jadi pengalaman ke depan.
“Jika ada program penerimaan kembali, kuota porsi lebih harus diberikan kepada putra dan putri daerah. Sayangkan kuotanya ada, tapi tidak dipenuhi. Saran saya Pemda harus berbicara dengan pusat agar kekosongan pasca pengundurna puluhan GGD ini bisa diisi. Kalau bisa diisi putra dan putri daerah,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/herimaturida_20170725_174356.jpg)