Kongres Dayak Internasional
Pengunjung Kongres Dayak Internasional Akui Harga Harga Produk Terjangkau
Saya disini dari kemarin, saya udah belanja beberapa aksesoris. Untuk harga yang ditawarkan stand-stand juga cukup terjangkau.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Para pengunjung yang hadir dalam eksebisi dan malam pagelaran di rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak mengaku harga yang ditawarkan para pedagang terjangkau.
"Saya disini dari kemarin, saya udah belanja beberapa aksesoris. Untuk harga yang ditawarkan stand-stand juga cukup terjangkau, karena yang saya lihat pemikik stand-stand menawarkan produk daerah asal," ujar salah seorang pengunjung asal Kapuas Hulu, Welburga Ariska Viensianika Tening.
Sebagai pengunjung, Ia pun menilai Kongres Daya Internasional lumayan ramai, namun mungkin karena perdana kali, jadi tidak seperti pelaksanaan gawai biasanya
"Menurut saya stand yang menarik Kapuas Hulu, karena juga berasal dari jauh, barang yang ditawarkan juga dari tumbuhan dan bahan alam yang ramah lingkungan," kata dia.
Baca: Tawarkan Gelang Belaar dan Simpai, Pedagang Kapuas Hulu Ini Raup Omzet Rp 30 Juta
Produk-produk tersebut menurutnya seperti gelang, cincin rotan, yang berasal juga dari akar anggrek.
"Saya juga kebetulan dari Putusibbau Kapuas Hulu. Membeli gelang menurut saya unik, dan tidak semua ada, karena bahan yang alami. Selain itu anyaman juga bagus," ujarnya.
Menurutnya pula, kerajinan tangan seperti gelang juga harus dilestarikan, dan digunakan oleh kaum muda.
"Harapan dengan kongres kedepan agar lebih ramai dihadiri," tukasnya.
Terpisah ditemui, senada juga diungkapkan oleh Paulus yang berasal dari Kabupaten Mempawah.
Menurutnya, dengan adanya stand-stand dipamerkan dapat menjaga kelestarian budaya Dayak, karena yang ditampilka juga kerajinan tangan khas dayak.
"Menurut saya bagus, ini adalah salah satu cara untuk melestarikan budaya Dayak, stannya juga menjual produk asli olahana masyarakat lokal," ujarnya.
Mengenai harga yang ditawarkan, Ia pun tak mempermasalahkan, karena untuk mengangkat perekonomian masyarakat.
"Harga saya rasa wajar saja, kan tujuamya juga untuk mengangkat ekonomi masyarakat, terlebih yang hadir juga ada dari pedalaman, sebandinglah dengan harga produksi," katanya.
Ia pun berharap, dengan adanya Kongres Dayak Internasional perdana di Kalbar, dapat menjadi revolusi kemajuan Dayak dan Kakimantan Barat.