TribunPontianak/
Home »

Budaya

» Dayak

Kongres Dayak Internasional

Tawarkan Gelang Belaar dan Simpai, Pedagang Kapuas Hulu Ini Raup Omzet Rp 30 Juta

Gelang ini juga adalah produk unggulan dari Kapuas Hulu, jenisnya juga banyak, sampai dengan seperti model gelang India.

Tawarkan Gelang Belaar dan Simpai, Pedagang Kapuas Hulu Ini Raup Omzet Rp 30 Juta
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pengunjung memilih berbagai jenis aksesoris di salah satu stan pameran yang menyediakan beragam aksesoris kerajinan rakyat khas masyarakat Dayak yang dipamerkan pada Pameran dalam rangkaian acara Kongres Dayak International ke-I yang digelar Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (24/7/2017). Pameran yang berlangsung sejak 23-27 Juli 2017 ini diikuti oleh 66 stan pameran,dengan tujuan untuk mempromosikan berbagai hasil kerajinan dan produk budaya bangsa dari penduduk asli pulau Kalimantan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu di antara pemilik stan, Fransiska Mening yang juga mempunyai toko Kerawing Galley di Jalan Pasar Impres Putusibbau mengungkapkan hasil dari kerajinan tangan yang ditawarkannya dalam setiap event dapat meraup keuntungan sekitar Rp 30 juta.

Fransiska Mening mengatakan, menurut suku Kayan, gelang yang dijualnya tersebut adalah gelang Belaar atau Simpai, terbuat dari resam, rotan, akar hutan dan kantong semar yang dibuat di Putusibbau Kapuas Hulu.

"Gelang ini juga adalah produk unggulan dari Kapuas Hulu, jenisnya juga banyak, sampai dengan seperti model gelang India yang mengikuti zaman dan tidak mengurangi bahan," tuturnya, Senin (24/07/2017).

Walaupun diakuinya, sementara ini, pengrajin memang kesulitan mengingat mengambil rotan susah karena sudah banyaknya sawit.

"Sekarang harus mengambil lebih kedalam lagi (bahan pembuatan gelang, Red), sedangkan sebelum ada sawit, dapat ditemui ditepi jalan," tuturnya.

Baca: Stan DAD Kalteng Tawarkan Anyaman Rotan dan Getah Nyatu

Dikatakannya, jika di hitung dari waktu mengambil bahan, menggunakan waktu satu hari, lalu dicuci, diraut dan dibelah, dan untuk mengayam tidak memerlukan waktu terlalu lama.

"Untuk gelang yang agak besar cukup waktu setengah jam, dan model dan ukuran tergantung pesanan dan pengrajin. Dan jika semakin kecil seperti cincin, maka pembuatan semakin rumit dan harganya mahal," ujarnya.

Ia menerangkan, untuk harga untuk cincin dari ayaman mulai Rp. 10-25 ribu. Sedangkan gelang mulai Rp. 20-50 ribu, bahkan tiga buah Rp. 10ribu.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help