Kongres Dayak Internasional

Kongres Dayak Internasional Momentom Kebangkitan Bangsa Dayak di Dunia

Ketua Panitia kegiatan Kongres Dayak Internasional, Alexius Akim menuturkan Kongres Dayak Internasional merupakan momentum kebangkitan bangsa Dayak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua Panitia kegiatan Kongres Dayak Internasional, Alexius Akim saat menyampaikan kata sambutan dan laporan kegiatan saat pembukaan eksebisi dan pemeran Kongres Dayak Internasional dihalaman rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir Pontianak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Panitia kegiatan Kongres Dayak Internasional, Alexius Akim menuturkan Kongres Dayak Internasional merupakan momentum kebangkitan bangsa Dayak di dunia.

"Kongres Dayak Internasional momentum kebangkitan bangsa Dayak di dunia," katanya, Minggu (23/07/2017) dalam sambutanya saat pembukaan eksebisi dan pameran Kongres Dayak Internasional dihalaman rumah Radakng Jalan Sutan Syahrir Pontianak.

Sehubungan dengan pelaksanaan pameran dan eksebisi, kata dia pameran dilaksanakan sebagai rangkaian Kongres Dayak Internasional yang bertujuan untuk mempromosikan kerajinan dan produk budaya bangsa, yang merupakan produk asli asal Kalimantan.

"Pameran dilaksanakan selama lima hari, dari 23-27 Juli 2017 di komplek rumah Radakng Pontianak," tuturnya.

Ia mengatakan, peserta pameran berasal dari dunia usaha dan industri patner strategis pemerintah, dekranasda Kalbar, DAD dari lima provinsi di Kalbar, DAD Kabupaten Kota se-Kalimantan Barat, OPD, sanggar seni budaya dengan jumlah stand pameran 66.

Baca: Dandim Tegaskan Kongres Dayak Internasional Berlangsung Kondusif

"Untuk memeriahkan kegiatan pameran dilaksanakan pentas seni budaya yang diikuti boleh tarian bersama kesenian Dayak, dan sanggar berbagai etnis yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaa Kalbar ini pun mengatakan, keikutsertaan seluruh sanggar berbagai etnis bukti persatuan dalam keberagaman adat dan budaya yang ada di Kalbar.

"Semoga semangat kebersamaan ini dapat tetap dipertahankan dalam bingkai NKRI, Kami juga permintaan maaf jika dalam pelaksanaan kegiatan terdapat hal-hal yang kurang menyenangkan, kami telah berusahan secara maksimal untuk melaksanakan tiap tahapan dengan sebaik-baiknya, namun sebagai manusia kami tidak lepas dari kekurangan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved