Kongres Dayak Internasional
Gelar Adat Bapidah Bapinta Ka' Jubata untuk Minta Restu Tuhan
Ia pun menuturkan, upacara adat bapadah baminta Ka' Jubata adalah menurut tata cara adat Dayak Kanayatn dan Ahe.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekjend MADN Kalbar, Yakobus Kumis menuturkan dengan adanya prosesi upacara adat bapadah bapinta Ka' Jubata merupakan upacara adat untuk meminta restu dari tuhan sebelum melaksanakan serangkaian kegiatan Kongres Dayak Internasional yang dimulai dari 23-27 Juli 2017.
"Jadi sebelum melaksanakan kegiatan Kongres Internasional Dayak terlebih dahulu dalam tatanan adat masyarakat Dayak yang menyangkut adat, maka dari itu digelar upacara adat," katanya.
Upacara adat, kata dia, bermacam-macam, ada upacara Bapideh ada yang bapadah bapinta Ka' Jubata, dan karena bukan acara buljan nampar bideh, jadi cukup dengan upacara adat bapadah bapinta Ka' Jubata.
Ia pun menuturkan, upacara adat bapadah baminta Ka' Jubata adalah menurut tata cara adat Dayak Kanayatn dan Ahe.
"Intinya kita adalah permisi dan minta perlindungan dari tuhan yang maha kuasa dalam seluruh tata acara kegiatan dari awal sampai dengan akhir," tuturnya.
Baca: Begini Prosesi Upacara Adat Bapadah Bapinta Ka Jubata
Prosesi adat tersebut, jelasnya, dibagi menjadi dua bagian yang pertama istilahnya ngahat manta, yang prosesi adat awal atau bapipis maka dari itu dalam keadaan ayam yang masih hidup, peraganya adalah buah tanga, atau minta perlindungan dan penyertaan.
Ada juga tempayan kecil, pahar, telur, tumpi atau cucur, poe, beras biasa, pulut, uang logam, pisau, lilin, dan peraga adat lain seperti pinang, kapur, sirih dan lainnya.
Setelah upacara mahat manta atau bapipis, ayamnya dipotong dan dimasak, atau nagahat masak, yang juga berisi permintaan dan doa, bahwa alat peraga.
"Bapadah bapinta Ka' Jubata berarti meminta pertolongan, perlindungan dan penyertaan dari tuhan atau yang disebut masyarakat Dayak Jubata, agar Kongres Dayak Internasional pertama dapat berjalan aman lancar dan sukses, seluruh panitia diberi perlindungan, kekuatan pada panitia begitu dengan para peserta yang hadir," ungkapnya.
Hal tersebut dilakukan, menurutnya guna persiapan rangkaian Kongres Adat Dayak Internasional yang hendak dimulai dari kegiatan eksebisi dan pameran yang dimulai 23-27 Juli 2017, sedangkan kegiatan Kongres para peserta baik dari dalam dan kuar negeri akan hadir mulai tanggal 25 Juli 2017.
Ia mengatakan, pada 25 Juli 2017 akan ada kegiatan welcome dinner dengan para tamu, baik dalam dan luar negeri serta diperkirakan dihadiri tujuh Menteri RI yang satu diantaranya adalah Puan Maharani.
Acara nantinya juga akan dibuka langsung oleh Presiden MADN, Cornelis dan dilanjutkan keynote speaker oleh Puan Maharani.
"Lalu pada tanggal 26 Juli 2017 akan dimulai pembukaan, dirumah Radakng dan akan dilanjutkan sidang kongres di dua hotel yaitu Hotel Kapuas Palace dan Hotel Harris," katanya.
Yakobus Kumus mengatakan, dalan kongres nanti, untuk di Hotel Kapuas Palace ada dua komisi, yaitu komisi protokol dan komisi deklarasi, sedangkan di Hotel Harris adalah komisi rute maps atau pemetaan.
"Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, nanti pada saat penutupan di rumah Radakng 27 Juli, sekaligus pembacaan prokotol Dayak, deklarasi dan rute maps pada pukul 09.00-12.00 WIB," katanya.