Halal Bihalal Momentum Koreksi Hubungan Sesama Manusia
Kita malam ini mengkoreksi hubungan sesama, sejauh mana interaksi kita selama ini. Setidaknya setelah selesai halal bihalal ada catatan, ini lho....
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Sintang gelar halal bihalal bersama Pemerintah Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila, Rabu (19/7/2017) pukul 20.10 WIB.
Halal Bihalal bertema dengan semangat halal bihalal kita pererat ukhuwah Islamiyah menuju masyarakat madani di Kabupaten Sintang.
Dalam tausiahnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kubu Raya KH Zamroni Hasan menerangkan halal bihalal adalah anugerah dari Allah SWT khususnya bagi masyarakat Kabupaten Sintang.
"Semoga halal bihalal semakin mempererat ukhuwah sesama Islam atau Islamiyah, ukhuwah sesama manusia atau Bashariyah, serta ukhuwah sesama anak bangsa atau Wathaniyah," ungkapnya di hadapan para jamaah.
Baca: BREAKING NEWS: Kios di Pasar Mempawah Nyaris Terbakar, Para Pedagang Panik
Halal bihalal merupakan momentum mengoreksi hubungan setiap insan muslim terhadap manusia lainnya.
Halal bihalal juga media evaluasi interaksi, apakah selama ini sudah baik atau belum.
"Kita malam ini mengkoreksi hubungan sesama, sejauh mana interaksi kita selama ini. Setidaknya setelah selesai halal bihalal ada catatan, ini lho kesalahan saya. Ini lho kekhilafan saya. Supaya ke depan jadi pribadi lebih baik lagi. Dan inti tujuan halal bihalal sukses," terangnya.
KH Zamroni menambahkan ritual ibadah yang dilakukan oleh umat Islam sebagai kewajiban kepada Allah SWT setiap hari muaranya adalah memperbaiki hubungan antar sesama.
"Seperti puasa Ramadan. Banyak yang puasa tapi hanya mendapat lapar dan haus. Allah SWT memerintahkan kita berpuasa untuk menjaga hawa nafsu, tutur kata dan perbuatan. Satu contoh menjaga lisan dari perkataan yang buruk dan menyakitkan hati saat berinteraksi antar sesama," jelasnya.
Contoh lain yakni ibadah haji, dimana pelaksanaannya bertujuan agar umat muslim yang melaksanakan dapat berlaku baik, taat dan santun perbuatan serta perkataan sepulang dari tanah suci.
"Tapi ada juga yang haji tapi sudah pulang ucapannya bikin orang opname, kemudian pulang haji malah bakhil. Berarti ini ada yang salah. Harusnya sepulang ibadah haji menjadi pribadi yang lebih baik terhadap sesama. Menjadi haji mabrur itu berat," imbuhnya.
KH Zamroni mengutuk aksi-aksi terorisme yang marak terjadi akhir-akhir ini. Ustaz menegaskan Islam adalah damai. Islam itu indah dan sejuk. Islam tidak suka kerusakan dan pertumpahan darah. Islam tidak suka ribut.
Saat ini Islam sedang difitnah oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan Islam. KH Zamroni juga menegaskan Islam menjunjung tinggi toleransi dan masyarakat madani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/suasana-halal-bihalal-panitia_20170719_221303.jpg)