Diskes Tegaskan Tak Pernah Menganaktirikan Desa-desa di Sintang
Terkait keluhan warga Desa Kepala Jungai, Sinto sapaan akrabnya mengakui sejak jauh-jauh hari Diskes telah menempatkan satu orang tenaga medis...
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tidak pernah menganaktirikan desa-desa yang ada di Kabupaten Sintang.
“Kami tidak pernah menganaktirikan desa-desa. Kami memprioritaskan tenaga kesehatan di wilayah terpencil dan pedalaman. Karena kami sadar daerah-daerah seperti itu biasanya sulit menjangkau pelayanan kesehatan di Kecamatan,” tegasnya saat diwawancarai Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Selasa (18/7/2017) sore.
Terkait keluhan warga Desa Kepala Jungai, Sinto sapaan akrabnya mengakui sejak jauh-jauh hari Diskes telah menempatkan satu orang tenaga medis bertugas di Desa Kepala Jungai.
Baca: Guru SDN 07 Kepala Jungai Curhat di Secarik Kertas, Isinya Sangat Mengiris Hati!
“Sudah kami tempatkan satu orang perawat bernama Ligorius Erik. Erik itu staf Puskesmas Kemangai Kecamatan Ambalau,” timpalnya.
Sinto menambahkan Ligorius Erik telah mengantongi surat tugas tertanggal 2 Mei 2017 lalu.
Erik sudah dikirim ke Desa Kepala Jungai, namun belum bisa stanby.
“Erik ini dua minggu di Desa Kepala Jungai, kemudian dua minggu ke Kemangai. Erik pegawai baru, perlu ditatar dulu selama 3-6 bulan biar matang. Diberi materi lagi biar paham, jadi ndak bisa dilepas begitu saja. Saat ini dia sambil membantu Puskesmas Kemangai dan pihak dokter. Kalau sudah matang baru standby di Desa Kepala Jungai,” jelasnya.
Keberadaan Erik nantinya diharapkan dapat melayani kesehatan masyarakat Desa Kepala Jungai.
Pasalnya, istri erik adalah seorang bidan.
Otomatis ada dua tenaga kesehatan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, istri Erik juga bisa bergabung. Jadi ada dua tenaga kesehatan di Desa Kepala Jungai. Saat ini, istri erik sedang membantu proses akreditasi Puskesmas Kemangai. Saya sadar untuk mencapai Desa Kepala Jungai sangat jauh dan aksesnya begitu sulit,” pungkasnya.