Resmikan Gereja Stasi Boyok, Ini Pesan Bupati Paolus Hadi
Kita bersykur akhirnya di Boyok berdiri gereja yang megah dan mewah dari sisi fisiknya,
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau, Paolus Hadi meresmikan gereja katolik Santo Paulus, stasi Boyok, dusun Boyok, desa Sape, Kecamatan Jangkang, Kabupaten Sanggau, Minggu (16/7/2017).
Bupati juga didampingi Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencuccini CP, Anggota DPRD Sanggau, Susana Herpena. Peresmian ditandai dengan pembukaan plang nama gereja .
Rombongan disambut dengan tarian adat dayak dan upacara adat dayak sebelum dimulainya misa peresmian gereja. Peresmian juga dihadiri umat katolik di stasi Boyok dan warga di desa Sape, Kecamatan Jangkang.
Ketua Panitia Peresmian Gereja, Paulus Ankon menyampaikan, Gereja Santo Paulus Stasi Boyok ini berdiri di atas tanah 0,17 hektar dengan lebar 10 meter dan panjang 25 meter.
“Umat disini sebanyak 72 KK dengan 235 jiwa dan terdiri dari empat komunitas basis. Mari jaga gereja ini, jadikan tempat bertemu dan berdoa, berdialog dengan allah untuk menguatkan iman kita, ” ujarnya.
Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencuccini CP menyampaikan, pembangunan gereja ini menelan dana sebesar Rp 693 juta rupiah dengan rincian Rp 210 juta swadaya masyarakat di Stasi Boyok, Rp 40 juta dana hibah Pemda sanggau dan Rp 443 juta bantuan dari Keuskupan Sanggau.
“Pembangunan gereja ini bukti bahwa tuhan hadir ditengah umatnya. bukti bahwa umat berdoa dalam gereja ini, jangan sampai hari minggu gereja ini mengalami kesepian karena tidak ada yang sembayang, ” ujarnya.
Dikatakanya, didalam gereja kita menerima berkat tuhan. Uskup menambahkan, gereja stasi Boyok ini merupakan yang ke-12 kalinya, gereja yang diresmikanya selama tahun 2017.
“Sebanyak 845 gereja yang saya resmikan selama jadi Uskup. Gereja ini melambangkan tuhan, gereja harus indah dan bersih, ” katanya.
Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengucap syukur dengan berdirinya gereja di stasi Boyok, Desa Sape, Kecamatan Jangkang. “Kita bersykur akhirnya di Boyok berdiri gereja yang megah dan mewah dari sisi fisiknya, ” ujarnya.
Untuk itu, PH sapaan akrabnya berharap agar umat yang ada disini bisa mengisi gereja ini, terutama pada hari Minggu dan perayaan hari keagamaan lainya.
“Dengan adanya gereja ini, mendukung program Bupati untuk jadikan sanggau yang beriman. Saya juga berpesan kedepan sebagai umat katolik, harus belajar banyak soal ajaran tuhan dan pelihara lah gereja ini. Karena biasanya mudah membangun tapi merawatnya yang sulit, ” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bupati-resmikan-gereja_20170716_175534.jpg)