Tips Cegah Malnutrisi Pada Bayi
Tepatnya saat mulai merencanakan kehamilan. Hal ini penting, karena akan berdampak pada anak di masa depannya.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemenuhan nutrisi yang baik dan seimbang bagi anak harus diawali sedini mungkin.
Tepatnya saat mulai merencanakan kehamilan. Hal ini penting, karena akan berdampak pada anak di masa depannya.
Ibu yang sehat, akan melahirkan anak yang sehat pula.
Selama masa kehamilan, seorang ibu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan nutrisi agar si kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Selain bermanfaat untuk ibu dan janin, nutrisi yang baik juga bermanfaat untuk mendukung proses persalinan dan pascapersalinan.
Kekurangan gizi selama kehamilan tentu dapat menimbulkan dampak buruk.
Baca: Ternyata Malnutrisi juga Bisa Disebabkan Gaya Hidup
Namun beberapa hal ini sering terabaikan. Bisa karena ketidaktahuan ataupun faktor-faktor lainnya.
Akibatnya, anak terlahir dengan malnutrisi. Oleh karena itu, beberapa hal berikut perlu menjadi perhatian.
1. Status Gizi Ibu
Praktisi RS Mitra Medika, dr Fitri Vidyastuti Sp.GK mengatakan, proses pemenuhan nutrisi itu panjang.
Oleh karena, sebelum hamil, planningnya harus bagus. Saat berencana untuk hamil, sebaiknya mulai menaikkan Indek massa tubuh.
"Paling penting itu. Perempuan yang mau hamil, Indeks Massa tubuhnya harus normal. Itu yang paling utama.
Hal ini supaya aliran darah ke baby bagus," katanya.
2. Beran Badan Ibu
dr Fitri Vidyastuti Sp.GK mengatakan, anak terlahir malnutrisi itu bisa terjadi karena satu rangkaian. Satu di antaranya karena ibunya kekurangan atau kelebihan berat badan.
"Ibunya sendiri sudah nggak cukup. Ibu sendiri sudah kekurangan. Jadi bayinya kemudian terganggu," jelasnya.
Untuk ibu yang kelebihan berat badan, aliran darah ke bayi jelek. Sehingga bayi mendapat kiriman oksigen atau gizinya kurang.
3. Kondisi Kesehatan Ibu
Kesehatan ibu saat menjalani kehamilan maupun riwayat kesehatan sebelum dapat berkontribusi menyebabkan BBLR. Tidak hanya masalah kesehatan fisik, namun juga kesehatan psikologis ibu.
Satu di antaranya seperti jika menderita diabet lalu terpapar ke janin, maka janin bisa terkena gangguan pembentukan organ, atau bahkan bisa terjadi kematian pada saat kelahiran.
4. Asupan Makanan
Makanan tentu saja sangat diperlukan untuk tumbuh kembang janin secara maksimal. Mulai dari berat badan hingga pertumbuhan organ penting janin sangat membutuhkan gizi dan makanan yang cukup.
Salah satu asupan nutrisi penting seperti vitamin dan asam folat sangat dibutuhkan agar pertumbuhan janin normal sesuai dengan usianya.
Lalu, bagaimana caranya untuk mencegah ibu hamil kurang gizi. Menghitung kalori yang masuk sangat penting sebab kekurangan kalori saat hamil sangat memungkinkan terjadinya kelahirakn prematur.
Pastikan mengonsumsi 2.200 kalori pada trimester 1 dan 2.300 hingga 2.500 kalori pada trimester 2 dan 3.
Perlu juga mengonsumsi makanan 3 kali dalam sehari sebab yang membutuhkan nutrisi tidak anya Mama.
Janin akan mengambil nutrisi dari apa yang Mama makan sehingga jadwal makan teratur akan menjamin si kecil tidak kekurangan gizi.
Asupan nutrisi penting seperti kalsium dan asam folat sangat baik untuk pertumbuhan organ janin serta mencegah terjadinya cacat janin
