Berita Video

Warga Desa Mekar Baru Blokir Jalan, Bupati Minta Warga Jangan Mudah Terprovokasi

Aksi pemblokiran jalan poros Kapu-Kumpai, bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya juga dilaksanakan warga di Desa Kapur dan saat ini di Desa Mekar..

Penulis: Madrosid | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Suasana warga saat pemblokiran jalan poros di Desa Mekar Baru, Kamis (13/7). Pemblokiran sebagai aksi protes warga atas kondisi jalan yang belum terbangun. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid 

TRIBUNPONTIANAk.CO.ID, KUBU RAYA - Sejumlah warga Desa Mekar Baru melakukan pemblokiran jalan poros desanya dengan menanami berbagai pepohonan ditengahnya, Kamis (13/7/2017) malam.

Pemblokiran itu sebagai aksi protes, buruknya kondisi jalan yang tak kunjung dibangun.

Namun lalu lintas tetap berjalan seperti biasa.

Aksi pemblokiran jalan poros Kapu-Kumpai, bukan pertama kalinya terjadi.

Baca: Empat Zodiak Ini Berpotensi Sukses dan Kaya Raya, Leo Paling Beruntung

Sebelumnya juga dilaksanakan warga di Desa Kapur dan saat ini di Desa Mekar Baru.

Jalan poros ini terbentar melewati Desa Kapur, Mekar Baru dan Sungai Ambangah dan Kumpari.

Bupati Kubu Raya Rusman Ali angkat bicara atas aksi yang dilakukan sejumlah masyarakat.

Mengungkapkan bahwa pembangunan jalan poros Kapur-Kumpai telah dalam proses pengerjaan. Penganggarannya dari APBD sekitar Rp 20 M.

"Dan saat ini, jalan itu sebentar lagi dibangun. Mungkin minggu ke empat Juli ini sudah mulai dilaksanakan, dimulai dari Desa Kapur. Makanya masyarakat mohon bersabar, dan mengerti bahwa proses sedang berlangsung," tukas bupati, Jumat (14/7).

Dalam pelaksanaan pembangunan, Pemerintah selaku pelaksana, sangat membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat.

"Jadi, mohon masyarakat juga bisa mendukung atas kegiatan pembangunan desa kapur-kumpai yang sedang dalam proses ini. Saya minta kerjasamanya," ungkapnya.

Menurut bupati adanya aksi pemblokiran, yang kemungkinan ditunggangi oleh oknum-oknum berkepentingan, justru bisa menganggu terhadap pembangunan.

Yang jelas, sudah menimbulkan dampak terganggunya aktifitas masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved