Lima Strategi Operasi Tangani Karhutla
Di Kalimantan Barat akan dioperasikan 3 helikopter jenis Bel-214B, MI-8 dan Kamov berkapasitas 3.000 – 5.000 liter
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan 12 unit helikopter water bombing dan 2 unit pesawat hujan buatan telah dikerahkan BNPB Pusat ke tiga provinsi yang sudah menetapkan status karhutla.
“Di Kalimantan Barat akan dioperasikan 3 helikopter jenis Bel-214B, MI-8 dan Kamov berkapasitas 3.000 – 5.000 liter,” ungkapnya via rilis yang diterima Tribun Pontianak.
Pengerahan armada pesawat guna mengefektifkan pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Hal ini juga satu diantara strategi operasi.
Baca: Antisipasi Karhutla, Satu Helikopter akan Ditempatkan di Sintang
“Ada lima strategi yaitu operasi pemadaman di darat, operasi pemadaman udara, operasi penegakan hukum, operasi pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,” imbuhnya.
Mengingat jumlah hotspot harian dan karhutla di beberapa Provinsi Jambi, Kalbar dan Kalteng meningkat serta kondisi iklim telah memasuki musim kemarau.
Maka diharapkan daerah mempertimbangkan penetapan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla tahun 2017.
“Jangan sampai terlambat seperti tahun 2015. Hingga saat ini jumlah hotspot (titik panas;red) yang terdeteksi oleh satelit menunjukkan adanya penurunan dibandingkan sebelumnya. Begitu juga dengan luas hutan dalan lahan yang terbakar juga menunjukkan penurunan,” tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/helikopter_20170508_205806.jpg)