Rata-rata Wilayah Pesisir Ketapang Merupakan Lahan Tani

Ia menjelaskan sebagian besar daerah pesisir Ketapang merupakan penghasil padi khususnya pada lahan sawah pasang surut atau tadah hujan.

Penulis: Subandi | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Terkait Ketapang mendapatkan bantuan benih padi dan jagung dari Pemerintah Pusat.

Tokoh Masyarakat Ketapang, Yudo Sudarto mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemerintah Pusat karena membantu untuk meningkatkan pangan Ketapang.

Ia menjelaskan sebagian besar daerah pesisir Ketapang merupakan penghasil padi khususnya pada lahan sawah pasang surut atau tadah hujan.

Kemudian ada sedikit lahan sawah pengairan di perhuluan seperti Simpang Hulu dan Tumbang Titi.

Baca: Ketapang Dapat Bantuan Benih Padi dan Jagung

“Artinya kita di Ketapang hingga saat ini pertaniannya masih tergantung dengan kondisi alam. Kita juga tiap tahun terus bertambah penduduknya. Jadi sudah seharusnya juga produksi beras bertambah sesuai peningkatan penduduk,” katanya di Ketapang, Jumat (23/6/2017).  

Sebab itu menurutnya semua daerah ditargetkan meningkatakan produksi pangan.

Termasuk Ketapang terus ditargetkan dari Pusat, terus ke Provinsi sampailah ke Kabupaten hingga ke Kecamatan agar meningkatkan produksi pangannya.

“Jadi semua dibagi habis dan ditargetkan terus luas tanam dan panen atau produksi padinya. Ketapang juga tiap tahun produksi padinya selalu meningkat. Tapi kita akui kadang kurang maksimal dibanding perkembangan penduduknya,” ujarnya.

Ia menambahkan pada hal Ketapang sangat berpotensi untuk semua pangan. Lebih khusus lagi pangan tersebut yakni padi, jagung dan kedelai.

Kemudian lebih sempit lagi padi karena sebagian besar di Indonesia semuanya makan beras.

“Beberapa daerah yang dahulu ada makan jagung dan sagu sekarang sudah hilang. Mereka kini sudah makan nasi juga. Jadi semoga saja Ketapang kedepan menjadi lumbung beras hingga dikirim ke daerah-daerah lagi,” harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved