Ramadan 1438 H
Persiapan Lebaran Jangan Sampai Ganggu Amalan Akhir Ramadan
Kegemibaraan berlebaran itu bukan karena baju baru, dan rumah baru akan tetapi keimanan bertambah dan ketataan berubah ke arah lebih baik
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jelang akhir Ramadan kecendrungan kaum muslimin telah terbagi konsentrasinya untuk menyambut datangya lebaran yang jatuh pada 1 Syawal mendatang. Masyarakat mulai ramai datang ke pasar dan pusat perbelajaan modern merupakan fenomena pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Mubalig Islam Sujani mengatakan tidak ada salahnya bagi umat muslim yang mulai menyiapkan berlebaran. Namun hal yang tidak tepat kalau gara-gara persiapan lebaran justru meninggalkan amalan-amalan sesungguhnya.
“Sebagaimana hadist nabi bahwa pada sepuluh malam terakhir rasulullah mulai mengencangkan ikat pinggang, membangunan sanak keluarga untuk qiyamul laill,” ujarnya.
Kesibukan saat menjelang akhir ramadan sebetulnya bisa disikapi dengan menyiapkan segala sesuatu saat awal-awal ramadan. Sehingga pada sepuluh malam terakhir ramadan tidak lagi sibuk dengan hal-hal diluar lebaran.
“Kegemibaraan berlebaran itu bukan karena baju baru, dan rumah baru akan tetapi keimanan bertambah dan ketataan berubah ke arah lebih baik,” ujarnya.
Ia mengatakan lebaran merupakan buah dari amaliyah dibualan ramadan yang konsisten dilakukan. Idul fitri sesungguhnya kembali fitrah karena dosanya telah diampuni karena amalan yang istiqomah selama ramadan.
Analoginya pada kegiatan jalan santai dengan doorprize. Hadiah utama pada kegiatan jalan santai pasti selalu dibacakan dan diberikan pada menjelang hari acara. Begitupun pada ramadan, keutamaannya ditempatkan oleh allah diletakkan pada akhirnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ramayana_20170616_154318.jpg)