Citizen Reporter
Buka Gawai Adat Nyapat Taun ke V, Ini Pesan Bupati Martin
Kita mengedepankan ke orisinilan budaya Dayak, jangan campur disco bejojing atau lainnya
Penulis: Subandi | Editor: Jamadin
Citizen Reporter
Peliputan Humas dan Protokol Setda Ketapang, Alwiadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan SH secara resmi Gawai Adat Nyapat Taun ke V pada 2017 masyarakat Dayak Kecamatan Simpang Hulu, Kamis (15/6). Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan gong tujuh kali oleh Bupati.
Acara ini dihadiri juga Asisten Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Robertus Isdius mewakili Gubernur Kalbar. Kemudian Pastor Paroki St Martinus, Rd Yohanes Ari Purnomo.
Serta anggota DPRD Ketapang, Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Ketapang. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Greja St Martinus Balai Berkuak Kecamatan Simpang Hulu.
Bupati dalam sambutannya mengharapkan pada Gawai Adat Nyapat Taun ke V ini agar dewan adat mencari apa yang ditampilkan seni budaya Dayak yang terbaik. Lantaran pada November akan ada Gawai Adat Dayak Kabupaten Ketapang. Sekaligus dengan Musdat pergantian pengurus Dewan Adat Dayak Ketapang.
“Artinya nanti akan menampilkan para juara yang telah terseleksi di kecamatan dengan program mencari mana akar budaya atau seni budaya yag terbaik untuk tampil di even Gawai Adat Dayak di Ketapang,” jelas Bupati.
Kemudian pada Gawai Adat Nyapat Taun ini ada hal bagus akan di tampilkan pada Gawai Adat Tingkat Kabupaten Ketapang. Ia berharap pengurus kecamatan menampilkan seni dan budaya Dayak yang asli dan jangan dicampur dengan budaya lainnya.
“Kita mengedepankan ke orisinilan budaya Dayak, jangan campur disco bejojing atau lainnya,” ungkapanya.
Menurutnya tujuan gawai adat ini untuk melestarikan budaya lokal. Serta mengaktualisasikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai salah satu dasar pengembangan etika pergaulan sosial untuk memperkuat identitas daerah dan nsional.
Serta mendorong masyarakat untuk lebih mandiri, inovatif, produktif serta menghargai kebudayaan dan produk sendiri. Menurutnya masyarakat Dayak di Kecamatan Simpang Hulu merupakan salah satu etnik asli dari 405 sub suku yang tersebar diseluruh pulau Kalimantan.
Sebagai etnik terbesar suku dayak telah lama hidup secara harmonis berdampingan dengan suku lainnya di daerah ini. “Masyarakat Dayak memiliki keberagaman dan keunikan budaya yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui budaya dan menjaga keharmonisan,” ucapnya.
Bupati menambahkan tapi tidak hanya melalui gawai adat untuk membangun seni dan budaya. Menurutnya nanti Paroki Santo Martinus Balai Berkuak juga akan membangun aula pertemuan serba guna untuk memberikan pembinaan keagamaan kepada umat Katholik.
Sehingga di Simpang Hulu nanti tidak ada lagi hal-hal yang berkaitan dengan narkoba, perjudian dan kejahatan laiannya. Lantaran pebinaan kegamaan dan kerukunan terbina baik.
Sebab itu usai memberikan sambutan tersebut. Bupati didampingi Asisten II Setda Provinsi Kalbar, Pengurus DAD Ketapang, SKPD dan lain-lain melakukan peletakan batu pertama pembangunan aula serba guna Paroki ST Martinus Balai Berkuak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/martin-rantan_20170618_104611.jpg)