93 Persen Penduduk Indonesia Masih Terbiasa Bertransaksi Tunai
Pemerintah juga harus punya peran untuk terus mendorong masyarakat melalui literasi keuangan untuk menggunakan transaksi non tunai.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak, Muhammad Fahmi menilai transaksi non tunai masih minim, 93 persen masyarakat bertransaksi tunai.
Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah edukasi kepada masyarakat.
Harus ada kerja keras dari para pihak yang berkaitan dengan transaksi keuangan non tunai.
"Pemerintah juga harus punya peran untuk terus mendorong masyarakat melalui literasi keuangan untuk menggunakan transaksi non tunai," ujarnya.
Baca: Foto Menteri Susi Ketiduran di Bandara Mendapat Beragam Respon Netizen
Riset mastercard, 93 persen penduduk Indonesia masih terbiasa bertransaksi secara tunai dan hanya 7 persen yang sudah terbiasa bertransaksi non tunai.
Literasi yang perlu dilakukan harus bertahap dan menyeluruh.
Selain yang di perkotaan edukasi dan sosialisasi harus merata hingga ke pedesaan.
Masyarakat di pedesaan masih sulit memanfaatkan penggunaan transaksi non tunai.
Permasalahannya kondisi masyarakat sebagian besar perputaran ekonominya belum merata.
Tetapi sosialisasi mengenai gerakan non tunai secara masif mulai digaungkan oleh lembaga keuangan terutama perbankan.
Dengan harapan perlahan tapi pasti masyarakat terbiasa menggunakan transaksi non tunai tersebut.
Masyarakat harus terbiasa dengan transaksi non tunai dan mengetahui manfaatnya.
Dengan demikian masyarakat mulai mempertimbangkan untuk mulai beralih ke penggunaan transaksi non tunai.
"Kita lihat di beberapa tempat perbelanjaan transaksi tunai masih mendominasi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/muhammad-fahmi_20170612_203900.jpg)