Ramadan 1438 H

Jelang Idul Fitri, Kebutuhan Telur Meningkat di Sambas

Hasil rapat kemarin dengan pengusaha dan dinas terkait. Stok telur cukup dari Singkawang, tidak perlu datang kan dari jawa

Penulis: Zulfikri | Editor: Jamadin
INTISARIONLINE
telur 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Sambas, Nisa Azwarita mengungkapkan bahwa setelah hasil rapat pihaknya bersama para pihak terkait di Singkawang. Stok telur, untuk kebutuhan di Sambas tidak perlu di datangkan dari pulau jawa.

"Besok kita ada bazar telur di Babul Jannah. Hasil rapat kemarin dengan pengusaha dan dinas terkait. Stok telur cukup dari Singkawang, tidak perlu datang kan dari jawa," ujarnya, Minggu (11/6/2017).

Nisa menjelaskan, masyarakat Kabupaten Sambas pada umumnya yang akan merayakan Idul Fitri sudah terbiasa membuat beberapa hidangan utamanya Kue Lapis.

"Ya, masyarakat kita kan mayoritas muslim, apalagi ada budaya kue lapisnya. Bayangkan satu rumah satu kue lapis 30 butir, kita ada seratus ribu lebih kepala keluarga (KK). taruhlah 80 persen jumlah KK membuat kue lapis, berarti 80 ribu kali 30 butir, itu 2.400.000 butir, atau 150 ton minimal yang harus tersedia ada di pasar untuk keperluan buat kue lapis," paparnya.

Nisa menambahkan bahwa pemda, hanya bisa mensubsidi sebanyak 20 ton sesuai anggaran yang tersedia. Agar nantinya ketersediaan telur cukup dan dapat menetralkan harga.

"Sudah ada penetapan harga eceran tertinggi (Het) untuk telur dari propinsi. Untuk radius 150 km dari Singkawang harga jual konsumen Het nya 25 ribu per kilo. Sekarang harga telur sudah 24 ribu, kita perkirakan jelang Idul Fitri antara 25-26 ribu," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved