Nurdin: Kalbar Tak ada Ormas Radikal
Kita melaksanakan rutin pada kader-kader Ansor termasuk pada banser sampai ke tingkat desa
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Ketua PW Ansor Propinsi Kalbar, M Nurdin menegaskan menolak namanya bentuk radikalisme dan premanisme serta organisasi yang menolak pancasila. Untuk di Pontianak langkah Ansor Kalbar masih mendeteksi ormas-ormas yang radikal.
Ditegaskannya, Ansor di Kalbar, dengan melaksanakan koordinasi dengan pihak aparat kepolisian dan beberapa pihak lainnya. Guna menolak keberadaan ormas radikal muncul di Kalbar. Bahkan meminta tindak tegas kepada ormas berpotensi radikal.
"Kita berkaitan organisasi anti pancasila, HTI kita menyatakan sudah menyimpang dari pancasila. Dalam pembubaran HTI di Kalbar, Ansor sudah menjadi satu diantara pelopor pembubarannya," ujarnya, belum lama ini.
Menurut Anggota DPRD Kubu Raya, bentuk langkah penolakan terhadap ormas-ormas radikal dan tak sesuai pancasila, yang sudah dilakukan. Serta meminta aparat untuk bisa menindak tegas terhadap ormas-ormas radikal agar dibekukan. Karena akan berdampak pada kemasyarakat yang sudah dibina selama ini.
"Di Kalbar sendiri, kita belum bisa menentukan sikap mana-mana ormas yang radikal. Selama ini, ormas-ormas di Kalbar tidak ada yang radikal. Semuanya masih aman. Makanya kita untuk menjaganya bergerak secara keseluruhan untuk menyampaikan melalui pengkaderan diantaranya. Supaya tak muncul ormas-ormas atau organisasi radikal dan tak sesuai pancasila," jelasnya.
Bahkan pengkaderan Ansor lakukan secara rutin diagendakan setiap minggu ke seluruh daerah di Kalbar hingga ke pelosok desa.
"Kita melaksanakan rutin pada kader-kader Ansor termasuk pada banser sampai ke tingkat desa," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nurdin_20170116_170035.jpg)