Breaking News

Kominfo Sintang: Hoax Itu Seperti Kanker, Gerogoti Tatanan Kehidupan

Hoax itu seperti kanker. Menggerogoti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara apabila terus dibiarkan.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sintang, GA Anderson. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kabar bohong atau hoax yang dihembuskan dan disebarkan orang-orang tidak bertanggungjawab melalui media sosial (medsos) sangat meresahkan kehidupan bermasyarakat. Dampak negatifnya bahkan berpotensi memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sintang, GA Anderson menegaskan kabar bohong atau hoax ibarat penyakit kanker.

“Hoax itu seperti kanker. Menggerogoti tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara apabila terus dibiarkan,” ungkapnya, Jumat (2/6/2017).

Sadar begitu bahayanya hoax, Anderson akui diperlukan upaya meminimalisir informasi atau kabar hoax yang terus beredar di medsos. Saat ini, Dinas Kominfo Sintang tengah susun regulasi kebijakan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) guna antisipasi hoax.

“Sedang kami rumuskan dan susun. Regulasi itu diharap jadi panduan memberi pemahaman masyarakat Kabupaten Sintang agar lebih cerdas sikapi isu dan informasi beredar,” terangnya.

Baca: DAD Sintang Akan Gelar Gawai Dayak Kabupaten

Anderson menambahkan sebagai instansi yang mengelola sesuatu tidak kasat mata atau dunia maya, perlu ditopang keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ahli di bidang Informasi dan Teknologi (IT).

“Memang dibutuhkan tenaga ahli kompeten di bidang IT seperti Sarjana Komunikasi dan Informatika. Saat ini sudah ada beberapa tenaga yang kompeten. Namun, akan terus dibenahi karena tuntutan dan tantangan TI ke depan kian maju,” jelasnya.

Kendati dunia maya, namun akibatnya sangat cepat menyebar di masyarakat apabila tidak segera disikapi bijak. Pihaknya juga akan terus pantau perkembangan informasi dan konten-konten negatif berbau pornografi, Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA), serta lainnya di dunia maya.

“Kami juga akan turun langsung ke tengah masyarakat. Sosialisasi tentang bahaya berita hoax akan disampaikan agar masyarakat paham, tidak mudah terprovokasi serta cerdas pilah, pilih dan analisa berita atau informasi beredar di internet,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved